Ease of Doing Business
Doing Business
Doing Business

AGolf – Pemerintah mengaku tak puas dengan peringkat 91 yang didapatkan oleh Indonesia untuk kemudahan berbisnis atau Ease of Doing Business. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan meski ada peningkatan namun belum sesuai harapan.

“Peningkatan ini cukup besar, namun diakui tidak sebesar yang diinginkan. Tapi oke lah ini suatu langkah kemajuan karena kita salah satu dari beberapa negara sebagai top performer oleh World Bank,” kata Darmin di kantornya, Jakarta, Rabu (26/10)

Darmin mengungkap alasan ketidakpuasannya terhadap kenaikan peringkat tersebut. Menurutnya, dari 10 indikator penilaian yang digunakan Bank Dunia, Indonesia masih perlu perbaikan di tiga indikator.

“Dari 10 blok, kita tujuh ada perbaikan tapi tiga lagi tidak ada perbaikan. Kemarin kita sudah upayakan, tapi mereka harus lihat hasil implementasi di lapangan dulu. Jadi, tahun depan (kemungkinan baru terlihat hasilnya),” imbuh Darmin.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Bank Dunia mencatat ada tujuh indikator penilaian yang mengalami reformasi positif di Indonesia, Memulai Usaha (naik 16 peringkat), Kemudahan Memperoleh Sambungan Listrik (naik 12 peringkat), Pendaftaran Properti (naik lima peringkat),  Kemudahan Memperoleh Pinjaman (naik delapan peringkat), Pembayaran Pajak (naik 11 peringkat), Perdagangan Lintas Batas (naik lima peringkat), dan Penegakan Kontrak (naik lima peringkat).

Sementara tiga indikator lainnya justru mengalami penurunan peringkat, yakni: Proses Perizinan Konstruksi (turun tiga peringkat), Perlindungan terhadap Investor Minoritas (turun satu peringkat), dan Penyelesaian Kasus Pailit (turun dua peringkat).

Untuk memperbaiki nilai tiga indikator tersebut, Darmin mengusulkan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) khusus untuk memperbaiki ranking Indonesia dalam kemudahan berbisnis.

Usulan tersebut akan segera disampaikannya ke Presiden Joko Widodo agar tugas dan fungsinya tetap berada di bawah komando Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

“Banyak negara yang buat badan permanen untuk perbaikan ranking mereka bahkan Inggris ada tim khusus yang kerjaannya menaikkan ranking ease of doing bussiness. Georgia bahkan langsung Presidennya,” jelas Darmin.

Meski masih tidak puas terhadap capaian tersebut, Darmin menilai peningkatan ranking Doing Business Indonesia harus disikapi secara positif sebagai bentuk pengakuan global terhadap iklim investasi di Indonesia yang semakin membaik.