AGolf.xyz- Perdana Menteri Thailand, Prayut Chan-o-cha pada hari Selasa menyambut baik proposal “karantina golf” sebagai opsi alternatif karantina negara bagian. Prayut menggambarkannya ide tersebut sebagai “ide menarik” meskipun belum disetujui oleh Pusat Administrasi Penanganan Covid-19 (CCSA).

Jenderal Prayut menepis kekhawatiran bahwa proposal tersebut mungkin melibatkan konflik kepentingan karena beberapa lapangan golf masih mempertahankan hubungannya dengan beberapa menteri dalam kabinet dan politisi pemerintah.

Perdana Menteri Prayut mengatakan bahwa skema itu diusulkan karena banyak lapangan golf dilengkapi dengan hotel dan juga terisolasi dari publik.

“Kita harus melihat peluuang ini. Kalau tidak, penanganan Covid-19 akan stagnan yang nantinya akan berdampak buruk bagi bisnis. Mari kita tidak membicarakan masalah (benturan kepentingan) itu dulu. Usulan ini juga perlu dipertimbangkan oleh CCSA. Ini ide yang cukup menarik,” jelas Prayut.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Ide tersebut dilaporkan dilontarkan oleh kementerian pariwisata dan kesehatan masyarakat terutama untuk menarik pegolf dari Jepang, Taiwan, China dan Korea Selatan. Ada 238 lapangan golf dengan 5.000 ruangan di seluruh Thailand, dan Kementerian Olahraga dan Pariwisata berharap 20-30 persennya bisa ikut dalam rencana tersebut. “Karantina golf” sendiri adalah proses karantina kepada para pendatang dari luar Thailand, baik wisatawan ataupun warga Thailand yang pulang ke negaranya. Uniknya, karantina ini akan menggunakan fasilitas golf, mulai dari hotel sampai dengan lapangan untuk digunakan oleh mereka yang terisolasi selama 14 hari tersebut.

Panglima Angkatan Darat Narongphan Jittkaewtae mengatakan dia mendukung gagasan itu sebagai cara untuk meningkatkan musim liburan tahun ini dan membuat kunjungan turis asing dari negara-negara dingin menjadi pengalaman yang lebih menyenangkan.

Dalam perkembangan terkait, dari 261 wisatawan asing yang sejauh ini tiba di bawah skema Visa Turis Khusus (STV) kini telah menyelesaikan karantina 14 hari mereka.

Dr Sophon Iamsirithavorn, direktur Divisi Penyakit Menular Kementerian Kesehatan Thailand mengatakan kelompok ketiga yang terdiri dari 84 turis lama yang tiba pada 28 Oktober telah menyelesaikan karantina mereka kemarin.

Kelompok pertama yang terdiri dari 39 pengunjung menyelesaikan karantina pada 2 November, sementara kelompok kedua yang terdiri dari 138 pengunjung menyelesaikan persyaratan karantina pada 6 November. Sejauh ini, semua tes Covid-19 menunjukkan hasil negatif dan tersisa kelompok ketiga yang masih menunggu hasil akhir tes serta surat izin akses masuk Thailand.

Sementara itu, rencana untuk mengembalikan 126 kendaraan berplat Thailand yang tertahan di Malaysia menghadapi penundaan lebih lanjut karena aturan pembatasan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Pusat Administrasi Provinsi di Perbatasan Selatan kemarin diberitahu oleh pejabat Thailand di Malaysia tentang aturan tersebut.

Banyak pekerja Thailand meninggalkan kendaraan mereka di Malaysia ketika mereka pulang sebelum penutupan perbatasan Thailand-Malaysia pada awal April.