Maria Fassi dan Jennifer Kupcho di ANWA 2019 / Golfweek
Maria Fassi dan Jennifer Kupcho di ANWA 2019 / Golfweek

AGolf.xyz – The Masters 2020 dimenangkan Dustin Johnson akhir pekan kemarin dengan dominasi 20-under par 268. Di balik kemenangan tersebut, tersimpan sebuah kenangan manis yang diceritakan Maria Fassi kepada LPGA Tour.

Tahun lalu, Augusta National membuka kesempatan pertama kepada pegolf wanita dengan menghelat Augusta National Women’s Amateur atau ANWA. Turnamen pertama ini begitu bersejarah. Selain karena suasana khas Augusta National, perebutan trofi pertama ini juga begitu ketat antara Fassi dan Jennifer Kupcho. Keduanya saling memasukkan birdie dan eagle. Tak sedikit keduanya berteriak di antara skor epik itu di setiap holenya.

Setelah duel ketat itu, kemenangan pertama akhirnya direbut Kupcho dengan menang empat strokes dari Fassi. Tahun ini, Augusta National membatalkan turnamennya setelah pengumuman pandemi bulan Maret lalu.

“Pengalaman pertama di Augusta National mengubah pandangan saya saat melihat The Masters,” komentar Fassi kepada LPGA Tour. “Saya merasakan langsung setiap fairway, pine straw, hingga green dan mengetahui kalau itu sangat sulit daripada melihatnya di depan layar televisi. Jujur saja, lebih seru menjadi penonton daripada bermain sendiri di Augusta National.”

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone
Maria Fassi di ANWA 2019 / LPGA Tour
Maria Fassi di ANWA 2019 / LPGA

“Bagi orang awam atau diri saya sendiri sebelum merasakan langsung lapangan ini, kita tidak bisa melihat seberapa slopey lapangan ini. Di TV, kelihatannya tidak ada masalah besar karena mungkin kamera memperlihatkan lapangan yang data. Tetapi saat memainkannya, itu akan terasa slopey dan juga fast green,” lanjut Fassi.

Pegolf Meksiko itu memiliki keuntungan sebagai salah satu pemukul jauh di golf wanita. Dia mengambil ide Bryson DeChambeau untuk digunakannya di ANWA 2019 lalu.

“Lapangan ini sangat fair. Ada beberapa hole yang bisa dimainkan dengan drive jauh, dan kalau miss fairway kita masih bisa memaksakan skor par di akhirnya. Kita juga perlu memukul seakurat mungkin saat mengarahkan bola ke area green, sehingga memudahkan posisi kita untuk putt,” tukas Fassi.

Fassi juga merasakan The Masters jauh berbeda saat diberi semangat langsung oleh para penonton. Hal yang tidak terjadi pekan lalu.

“Lapangan jadi terasa berbeda dengan adanya penonton. Mau itu di practice round atau putaran utama, lapangan ini memberikan pengalaman menarik setiap harinya. Saya sulit membayangkan jika Augusta National tahun lalu tidak membawa penontonnya ke turnamen kami,” tutur Fassi.

Pengalaman pertama yang diawali olehnya tahun lalu, juga menjadi kesempatan tak terlupakan untuknya. Bahkan, selama lebih dari 19 bulan terakhir, Fassi masih menemui beberapa orang yang menyebut namanya karena pengalaman pertama di ANWA itu.

“Saya cukup terkejut masih ada yang mengenal, meskipun ANWA sudah lebih dari satu tahun. Hingga saat ini, saya merasa senang dengan kesempatan yang diberikan, dan ANWA memberikan perubahan hidup tak terlupakan untuk saya,” ucapnya.

Augusta National berharap ANWA dapat kembali pada bulan April 2021.