Mike Davis sebagai CEO USGA meminta mundur pada akhir 2021 / Golfweek
Mike Davis sebagai CEO USGA meminta mundur pada akhir 2021 / Golfweek

AGolf.xyz – Mundurnya Mike Davis dari USGA, menyisakan sejarah panjang kariernya di USGA. Sejak 1990, Davis merupakan salah satu sosok penting di golf. Melalui tugas besarnya sebagai CEO USGA, Davis bertanggungjawab pada berbagai turnamen di bawah naungan USGA selain juga keputusan besar Aturan Golf kepada seluruh peserta dari seluruh dunia.

Menghitung mundur waktu pengunduran dirinya hingga akhir 2021, berikut ini perjalanan karier Mike Davis seperti dilansir Golfweek.

1990

Davis yang berusia 25 tahun, diterima USGA pada bulan April sebagai Asisten Manajer di bidang Championship Relations. Pada akhir tahun, ia dipromosikan sebagai manajer Championship Relations, hanya dua bulan setelah Direktur Championship Relations.

1997

Davis kembali dipromosikan untuk membidangi US Open Championship. Sebagai Direktur, Davis bertanggungjawab dalam persiapan US Open.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone
2005

Selama satu windu di posisi sebelumnya, Davis kini menempati Direktur Senior Rules and Competition di usia 40 tahun. Dari posisi ini, Davis berkesempatan memimpin 13 turnamen individu yang dinaungi USGA dan empat turnamen beregu USGA.

Di balik tugasnya itu, Davis menjadi orang yang paling dicari di setiap US Open karena dialah orang yang bertanggungjawab mengutak-atik setup US Open.

2006

Saat US Open mengunjungi Winged Foot, USGA mengubah setup lapangannya menjadi sangat sulit mulai dari rough, perubahan panjang hole setiap harinya, dan area fairway. Hasil kerjanya itu mendapat review positif dari para pemain. Dalam salah satu wawancaranya pada 2012, merancang setup US Open merupakan “Pekerjaan yang akan saya lakukan meskipun tidak dibayar.”

2011

Saat Direktur Eksekutif David Fay pensiun pada akhir tahun 2010, Davis melanjutkan tugas itu di usia 46 tahun. Fay berada dalam posisi ini selama 32 tahun.

2012
Mike Davis mengusir fans yang mendekati penyerahan trofi US Open 2012 / Golfweek
Mike Davis mengusir fans yang mendekati penyerahan trofi US Open 2012 / Golfweek

Dalam salah satu foto yang ditinggalkan Davis pada 2012, ia mengusir fans yang tiba-tiba mengacaukan penyerahan trofi kepada Webb Simpson di The Olympic Club.

Selain di USGA, Davis juga menjadi anggota Federasi Golf Internasional yang memilih langsung Gil Hanse untuk merancang lapangan Olimpiade di Rio de Janeiro 2016. Itu merupakan Olimpiade pertama yang memberikan kesempatan kepada golf setelah Paris 1900 dan St. Louis 1904.

2013

Davis memberhentikan turnamen USGA yang belum pernah diputuskan siapapun sebelumnya. Tahun 2014 menjadi edisi terakhir US Amateur Public Links dan US Women’s Amateur Public Links di USGA. Mulai 2015, kedua turnamen tersebut digantikan US Amateur Fourball dan US Women’s Amateur Fourball.

John Bodenhamer yang kini menjadi Senior Managing Director of Championship, mengungkapkan keputusan tersebut sangatlah tepat karena Fouball menjadi format favorit di tingkat regional maupun state.

2016
Mike Davis berbincang dengan Dustin Johnson terkait penaltinya di US Open 2016, Oakmont / Golfweek
Mike Davis berbincang dengan Dustin Johnson terkait penaltinya di US Open 2016, Oakmont / Golfweek

Davis diberi amanat sebagai CEO pertama di USGA. Sebagai orang dengan posisi tertinggi di organisasi, Davis berdiskusi dengan Dustin Johnson sebelum memenangkan gelar US Open pertamanya di Oakmont. Saat DJ beranjak dari tee hole 12, Davis mendekati Johnson untuk memberi tahu kalau dia akan diberikan penalti satu stroke karena kesalahannya.

Johnson yang tidak menyadarinya, dianggap menggerakkan bola di green kelima saat menaruh kembali bolanya di marker. Davis melihat ini di rekaman video, dan memberikan penalti satu strokes dari skor akhir 5-under par 275. Meskipun terkena penalti menjadi 4-under, Johnson tetap menang tiga strokes dari Jim Furyk, Scott Piercy, dan pemuncak 54-hole Shane Lowry.

Penalti yang diberikan lama setelah kejadian sebenarnya, dikritik keras oleh penonton dan sejumlah pemain kepada USGA.

2018

Saat US Open tiba di Shinnecock Hills tahun 2004, USGA mempersiapkan setup yang sangat sulit hingga green ketujuh menjadi bencana kepada setiap pegolfnya. Tahun 2018, USGA mengubah kondisi lapangan yang lagi-lagi dikritik pedas oleh para pemain.

Moving day Sabtu, lapangan terasa lebih sulit di tee times siang. Hole 13 dan 15 menjadi alasan beberapa pegolf mengkritik USGA dengan sebutan, “USGA tidak bisa memilih lapangan ya?” Dari tee times siang, hanya Brooks Koepka yang mencetak skor terendah 72 di saat tee times pagi bisa menikmati 66.

Davis berdalih cuaca panas menyebabkan skor terasa lebih sulit di siang hari. Dia menjelaskan berbagai dugaannya dan meminta maaf atas setup kala itu.

“Firmness-nya OK tetapi terlalu berangin di sore hari. Ini menjadi lebih sulit di sore hari dibanding pagi, rasanya memang seperti memainkan dua lapangan yang berbeda,” kata Davis.

Di tahun ini juga, USGA membuat US Senior Women’s Open pertama di Chicago Golf Club.

2019

Davis mengajukan diri untuk ikut serta dalam mengatur setup US Open yang kembali ke Pebble Beach. Pilihan ini diragukan berbagai pihak, yang mengingatkannya dengan green bumpy di Chambers Bay dan Erin Hills yang memiliki fairway besar, sehingga mudah bagi Brooks Koepka menang 16-under dan total 31 pegolf under-par di empat putaran.

Lagi-lagi, 31 pegolf membuat under-par dari empat putaran Pebble Beach saat Gary Woodland merengkuh gelar mayor pertamanya dengan 13-under par 271. Gary menang tiga strokes dari Koepka yang mengincar hattrick.

Selain US Open, USGA bekerja sama dengan R&A memodernisasi Aturan Golf dengan menyederhanakan sejumlah poin. Salah satunya butirnya menyebut, putt bisa dilakukan dengan tetap menaruh flagstick di pin dan drop tidak lagi dari bahu, tetapi area lutut.

Terdapat beberapa kontroversi pada awalnya, tetapi Aturan Golf terbaru ini dapat diadaptasi dengan baik sekarang ini.

2020

USGA merilis Distance Insights Project bersama R&A untuk melihat bagaimana pengaruh jarak dalam golf. Rilisan ini dikeluarkan bulan Februari lalu, namun tindak lanjutnya musti berhenti sementara akibat pandemi.

Davis dan USGA merencanakan ‘rumah kedua’ mereka yang kini beralih ke Pinehurst di North Carolina. Harapannya, rencana tersebut bisa direalisasikan sebelum US Open 2024 di lapangan ini. Sebagai rumah kedua, USGA juga memastikan Pinehurst sebagai lokasi utama US Open pada 2029, 2035, 2041, dan 2047.