image003
Achmad K. Permana – Direktur Syariah PermataBank  Haidar Bagir – CEO Mizan, Dedi Panigoro – Founder Gerakan Ayo Membaca Indonesia dan Emil E. Dardak – Bupati Trenggalek (KiKa). 

AGolf – PermataBank melalui CSR PermataHati menyelenggarakan program berkesinambungan ’Guruku Permataku’ pada tanggal 24-25 November 2016 yang diikuti oleh lebih dari 250 Guru di wilayah Jabodetabek.

Tahun ini, Guruku Permataku menjalin kemitraan dengan Gerakan Ayo Membaca Indonesia (AMIND) & MEDCO Group serta didukung oleh Kementerian Pendidikan & Kebudayaan, khususnya bidang Pembinaan SMK & GTK, yang digulirkan untuk mengisi dan mewarnai Hari Guru Nasional yang jatuh pada tanggal 25 November 2016.

Sejak diluncurkannya tahun 2013, lebih dari 2.000 guru dari beberapa kota di Indonesia telah mengikuti program ini. Guruku Permataku adalah program pengembangan dan pelatihan bagi para guru sebagai bentuk apresiasi PermataBank terhadap guru-guru di Indonesia, mulai dari tingkat PAUD/TK, SD, SMP hingga SMA/SMK.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Melalui program ini, para Pahlawan tanpa Tanda Jasa tersebut dapat meningkatkan kreatifitas, wawasan, pengetahuan dan potensinya sebagai tenaga pengajar profesional melalui beragam kegiatan yang menarik seperti teacher’s training, training of trainers, financial clinics dsb.

Aspek strategis dari program yang dikembangkan secara berkelanjutan ini adalah memberikan apresiasi secara khusus kepada para Guru di seluruh tanah air agar dapat terus menjaga semangat dan memberikan energi positif demi kemajuan Pendidikan di Indonesia. Guru yang dilengkapi dengan wawasan kebangsaan dan orientasi pengembangan kepemimpinan, kelak akan melahirkan sosok-sosok pemimpin Indonesia yang digdaya di berbagai sektor kehidupan.

“Guru menjadi aspek penting dalam mata rantai pendidikan karena di tangan mereka-lah warna, karakter, kualitas moral dan akademik para tunas bangsa akan terbentuk. Oleh karena itu, kami memberikan perhatian khusus pada program pengembangan kualitas bagi para Guru sebagaimana yang kami lakukan di program Guruku Permataku,” Direktur Syariah PermataBank Achmad K. Permana  di Jakarta, Jumat (25/11)

Menurut dia, menyiapkan guru yang berkualitas tentu saja bukan  tanggung jawab Pemerintah semata, namun juga tanggung jawab kami sebagai korporasi dan juga para mitra strategis. Terlebih Indonesia akan mendapatkan bonus demografi berupa angkatan kerja produktif berusia 15-64 tahun dikisaran 70 persen pada tahun 2020-2030 mendatang.

“Untuk itu apa yang kami lakukan secara bersama dan gotong royong ini diharapkan dapat memberikan nilai lebih pagi para Guru di Indonesia dalam menyongsong dan memberikan pencerahan terhadap generasi milenial tersebut,” jelas Permana.

Dedi Panigoro – Founder Gerakan Ayo Membaca Indonesia menambahkan, bahwa Kolaborasi PermataBank dengan Gerakan Ayo Membaca Indonesia (AMIND) pada program Guruku Permataku ini merupakan itikad bersama dalam mendukung dunia pendidikan Indonesia. Momentum Hari Guru Nasional secara konsisten harus terus kita rayakan sebagai bentuk apresiasi kita kepada para pejuang garis depan dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa

Selama dua hari (24-25 November 2016) program Guruku Permataku dilaksanakan, terdapat berbagai rangkaian acara dan materi pelatihan yang diberikan, diantaranya adalah:

  1. Seminar Pendidikan yang ditujukan kepada para pendidik dan masyarakat umum yang berada di daerah DKI Jakarta. Seminar yang menghadirkan tokoh Pemimpin Nasional yang akan berbagi inspirasi mengenai peran serta Guru dalam melahirkan pemimpin di masa depan.
  2. Capacity Building bagi 300 Guru terpilih dari berbagai jenjang pendidikan, dengan tujuan untuk memberikan peningkatan wawasan dan ketrampilan guru dalam menyiapkan anak didik menghadapi kompetisi global.
  3. Penghargaan kepada Guru Teladan yang mewakili semangat mendidik tanpa henti ditengah keterbatasan yang dihadapi. Apresiasi ini diberikan dengan dukungan para mitra (komunitas) diantaranya adalah Ayo Membaca Indonesia (AMIND), Nusantara Bertutur & Avicenna.