Spectator Fatima Bint Mubarak Ladies Open
Para penonton di Fatima Bint Mubarak Ladies Open / LET

AGolf.xyz – Dalam dua musim terakhir, Ladies European Tour atau LET tidak punya gaung yang cukup luas dibanding musim-musim sebelumnya. Dari segi turnamen saja, tur wanita di Eropa ini hanya memiliki belasan turnamen yang jauh berbeda sejak tur ini menerima minimum 20 turnamen mulai 2006.

LET yang sejak diperkenalkan pertama kali pada 1978, sebenarnya telah menarik banyak calon pegolf terbaik Eropa maupun Asia, yang ingin melangkah ke tur tertinggi LPGA. Sejumlah pemain ternama seperti Annika Sorenstam, Karrie Webb, Laura Davies, Suzann Pettersen, Ai Miyazato, hingga Ariya Jutanugarn pernah merasakan tur ini selama kariernya.

Sayangnya, dua musim ini LET terlihat lebih sepi dengan hanya mempertandingkan 16 turnamen pada 2017 dan 14 turnamen saja sepanjang musim ini. Untuk itu, LET berencana mengubah format kalender mereka per 2019, untuk memperbaiki stagnansi jumlah turnamen yang dimiliki.

Mulai 2019 nanti, Fatima Bint Mubarak Ladies Open yang biasanya dimainkan pada November–sekaligus juga sebagai turnamen penutup musim–bakal dipindahkan ke 10-12 Januari 2019. Mulai musim depan, ia akan bertindak sebagai turnamen pembuka musim 2019 di Saadiyat Beach Golf Club, yang dirancang Gary Player.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Di ajang ini pula, format pro-am untuk pertama kalinya dicoba di Uni Arab Emirat. Seperti Alfred Dunhill Links Championship di Skotlandia dan AT&T Pebble Beach Pro-Am di Amerika, Fatima Bint Mubarak Ladies Open bakal mengundang 56 pegolf profesional dan 56 amatir untuk memainkan 54-hole. Format ini dimainkan bersamaan dengan pegolf individu yang mencari gelar pertama 2019.

“Golf terus berkembang di Abu Dhabi, dan kami terus mencari cara agar meningkatkan fans golf dan partisipasi golf dari negara kami,” kata Sekertaris Jenderal Abu Dhabi Sports Council, Aref Hamad Al Awani. “Waktu dan format yang baru dari Fatima Bint Mubarak Ladies Open, diharapkan dapat meningkatkan partisipasi golfer amatir dan level turnamen ini untuk para profesional.”

Berbicara mengenai pemindahan jadwal di lapangannya, Gary Player beranggapan ini kesempatan bagus bersamaan dengan turnamen golf amal yang ia selenggarakan pada hari Minggunya, 13 Januari 2019.

“Saya telah melihat banyak sekali perubahan di golf selama 60 tahun karier saya, dan saya rasa evolusi golf wanita perlu terus diperbaiki untuk meningkatkan hadiah maupun partisipasi di setiap tur wanita. Saya juga melihat, LET memang mengalami jadwal yang kurang kondusif karena beberapa faktor. Dengan adanya kepastian ini, saya harap apa yang dihasilkan dari kerjasama Abu Dhabi dan LET bisa mendukung golf wanita ke depannya,” pendapat Gary Player.