AGolf– Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar program prioritas dan proyek-proyek strategis nasional yang belum selesai ditahun 2017 agar segera dirampungkan. Selain itu, Jokowi juga meminta program proyek strategis yang sudah direncanakan untuk tahun 2018 segera dikerjakan. Jokowi ingin agar proyek-proyek tersebut dieksekusi di lapangan.

Untuk memastikan hal itu, Jokowi meminta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution untuk secara ketat mengevaluasi pelaksanaan PSN di lapangan.

“Untuk itu saya minta Menko Perekonomian mengevaluasi lagi program dan proyek yang betul-betul bisa dieksekusi, mana yang memang tidak mungkin bisa dilaksanakan, ini harus diputuskan cepat,” kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, dikutip laman Setkab, Rabu (14/2).

Sementara terkait rencana Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2019, Jokowi mengingatkan bahwa tahun tersebut merupakan tahun politik. Untuk itu, Presiden meminta agar setelah melakukan percepatan pembangunan infrastruktur untuk peningkatan daya saing ekonomi Indonesia, maka fokus berikutnya adalah pada pembangunan sumber daya manusia (SDM).

Oleh sebab itu, Jokowi mengingatkan kementerian-kementerian terkait untuk fokus membangun dua hal penting tersebut, yakni infrastruktur dan SDM.

“Di Menaker, Menteri Perindustrian, Mendikbud, Mendikti, Menteri BUMN, dan kementerian yang lain saya kira harus mulai merancang apa yang akan dikerjakan dalam kerja besar pembangunan sumber daya manusia,” tegas Jokowi.

Seperti diketahui, berdasarkan Peraturan Presiden No. 58 Tahun 2017 tentang perubahan atas Peraturan Presiden No. 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional, diputuskan sebanyak 245 Proyek Strategis Nasional (PSN) ditambah 2 program, yakni program kelistrikan dan program industri pesawat terbang.

Untuk keseluruhan 245 proyek dan 2 program yang termasuk dalam daftar PSN, dibutuhkan estimasi total pembiayaan sebesar Rp4.197 triliun dengan sumber pendanaan dari APBN sebesar Rp525 triliun, BUMN/D sebesar Rp1.258 triliun, dan Swasta sebesar Rp2.414 triliun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here