Harga properti residensial masih tumbuh meski melambat

 

Harga properti residensial masih tumbuh meski melambat
Presiden Joko Widodo meminta anggota REI untuk fokus membangun rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

 

AGolf– Presiden Joko Widodo (Jokowi) melihat, angka selisih antara kebutuhan dengan ketersediaan rumah (backlog) masih cukup tinggi. Jokowi mendapati angka backlog masih berada di kisaran 11 juta rumah. Untuk itu, Jokowi meminta kepada para pengembang perumahan (developer) anggota Real Estate Indonesia (REI) untuk fokus menjalankan program pembangunan rumah untuk masyarakat, terutama Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

“Backlog kita masih 11,8 juta rumah yang ingin kita kejar. Ini bukan angka yang kecil, bukan angka yang kecil,” kata Jokowi di Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa (29/11).

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Jokowi mengingatkan, bahwa inti dari Paket Kebijakan Ekonomi XIII adalah mempercepat penyediaan rumah untuk MBR dengan harga yang terjangkau.

“Sekali lagi, rumah MBR, bukan yang lain. Nanti yang dikebut yang lain, yang MBR ditinggalkan. Jadi yang saya sebut-sebut selalu yang ini, MBR. Jangan nanti salah di lapangan, yang banyak malah rumah yang dibangun adalah rumah yang sering hanya dipakai untuk investasi, sudah punya dua atau tiga rumah sebelumnya, tapi agar diarahkan sekali lagi kepada rumah-rumah yang MBR,” tegas Jokowi.

Lebih jauh Jokowi menegaskan, paket kebijakan XIII menyederhanakan sekaligus mengurangi regulasi biaya pengembang untuk membangun rumah. Meski diakuinya, Peraturan Presiden (Perpres) yang mengatur hal tersebut masih belum jadi. Namun menurut Jokowi, Peraturan Presiden mengenai biaya pengembang itu diharapkan selesai bulan Desember.

“Tadi pagi sebelum berangkat kesini, saya ingin memastikan Peraturan Presidennya ini ada dimana. Saya kejar di Menteri PU, sudah tidak ada di Kementerian PU, sudah pindah ke Menko Ekonomi. Menko Ekonomi sudah janji kepada saya bulan ini, bulan Desember ini segera diselesaikan,” ungkap Jokowi.

Menurut Jokowi, banyak hal yang telah dilakukan dan menjadi terobosan, seperti masalah PPH Final, masalah DIRE, masalah BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan), yang juga akan terus dikalkulasi agar semuanya meringankan, sehingga pada akhirnya perumahan akan dibangun sebanyak-banyaknya untuk masyarakat.

Jokowi menegaskan jika di lapangan masih ada kendala, baik yang berupa perizinan, tata ruang dan lain-lain baik di tingkat pusat maupun di daerah, maka pemerintah akan terus memperbaiki dan membenahi.

“Saya telah banyak menerima laporan dari berbagai pihak bahkan juga saya mencari tahu sendiri kondisi nyata yang ada di lapangan. Disini saya ingin menyampaikan bahwa ketika ada masalah di lapangan tolong langsung dilaporkan dan bersama-sama kita carikan solusinya apalagi itu kalau menyangkut rumah MBR,” tegas Jokowi.

Jokowi menegaskan, pemerintah selalu terbuka dalam menerima masukan yang konstruktif dan berdialog dalam mencari solusi.

“Datang ke menteri. Saya kira menteri-menteri kita yang sekarang gampang dicari. Tapi kalau masih sulit, langsung sampaikan kepada saya,” tutur Jokowi.