Pete Dye dan istrinya Alice, tokoh ikonik dalam pengembangan desain lapangan golf / flipboard.com
Pete Dye dan istrinya Alice, tokoh ikonik dalam pengembangan desain lapangan golf / flipboard.com

AGolf.xyz – Pete Dye merupakan ikon penting pada perkembangan lapangan golf dunia. Dari tangannya, hadir sejumlah lapangan golf yang seringkali terpilih sebagai lokasi utama turnamen top dunia. Salah satu yang terkenal ialah, TPC Sawgrass yang begitu melegenda dengan Island Holenya di 17.

Selain tuan rumah THE PLAYERS Championship, Dye juga merancang sejumlah lapangan berikut yang pernah atau akan menuanrumahi turnamen akbar di masa yang akan datang.

Crooked Stick
John Daly raih PGA Championship 1991 di Crooked Stick / Pinterest
John Daly raih PGA Championship 1991 di Crooked Stick / Pinterest

Berpindah dari Ohio ke Indiana mengikuti sang istri yang dinikahinya pada 1950, Dye mendesain lapangan 18-hole Crooked Stick Golf Club. Lapangan ini ia desain satu tahun setelah kepulangannya dari Skotlandia untuk mempelajari berbagai gaya lapangan di sana. Penempatan bunker, blind shot, dan beberapa tantangan lainnya membuat lapangan ini dipilih sebagai tuan rumah PGA Championship 1991 yang dimenangi John Daly.

Harbour Town

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Tuan rumah RBC Heritage di kalender reguler PGA Tour ini, dibuka pada 1967 dengan bantuan Jack Nicklaus. Gaya lapangan ini menekankan pada kecerdikan pemain untuk melewati tantangan lapangan yang sempit mulai dari tee hingga greennya.

Kiawah Island (Ocean)

Penyempurnaan Ocean Course dilakukan beberapa pekan sebelum Ryder Cup 1991 yang dijuluki sebagai ‘War on the Shore’. Menekankan tantangan angin dari samudra Atlantik, Rory McIlroy pernah memenangi PGA Championship 2012.

TPC Sawgrass
Island Green TPC Sawgrass
Island Green di TPC Sawgrass / PGA Tour

TPC Sawgrass dengan hole 17 merupakan satu kesatuan yang membuat lapangan ini mudah dikenali. Hole 17 yang biasa disebut Island Hole, berasal dari ide cemerlang istrinya Alice yang mengubah tantangan water hazard hanya di satu sisi saja, menjadi mengelilingi green. Tak jarang, ratusan ribu bola pernah jatuh ke hole ini dan tak sulit juga menemui hole-in-one yang menjadi penantian menarik setiap putarannya.

Whitstling Straits
Ryder Cup 2020 di Whistling Straits / Twitter: WSGA
Ryder Cup 2020 di Whistling Straits / Twitter: WSGA

Lapangan yang terletak di Wisconsin ini telah dibuka sejak 1998 dan menjadi favorit PGA of America untuk menyelenggarakan PGA Championship. Telah tiga kali trofi Wanamaker ditentukan di lapangan ini tanpa adanya pemenang dari Amerika. Pada 2004, Vijay Singh dari Fiji menang Playoff dari Justin Leonard dan Chris DiMarco. Edisi 2010, giliran pegolf Jerman Martin Kaymer yang mengalahkan Bubba Watson di Playoff. Tahun 2015, Jason Day menghentikan Jordan Spieth tiga strokes.

Tahun ini, mengikuti kelipatan lima sejak 2010, Whistling Straits terpilih sebagai tuan rumah Ryder Cup 2020 dengan tugas mempertahankan gelar Ryder Cup yang mereka dapat saat menjadi tuan rumah 2016 di Hazeltine National. Pada 2018, Tim Amerika tertunduk lesu di Prancis. PGA of America memungkinkan lapangan ini kembali menjadi tuan rumah PGA Championship 2025.

Austin Country Club
Austin Country Club WGC-match Play
Austin Country Club, tuan rumah WGC-Match Play 2019 / AGolf Design by Angga.

Membawa trofi World Golf Championship ke Texas mulai 2016, Austin Country Club didesain ulang Pete Dye kepada lapangan yang telah dibuka 1899 ini. Sebagai satu-satunya turnamen match-play individu di kalender PGA Tour ini, Austin Country Club menyaksikan Jason Day, Dustin Johnson, Bubba Watson, dan Kevin Kisner sebagai pemenangnya.

Mission Hills
Rancangan Pete Dye di Mission Hills China / Golfscape.com
Rancangan Pete Dye di Mission Hills China / Golfscape.com

Lapangan ini terletak di Shenzhen China, sebagai kompleks lapangan golf terluas di dunia. Berisi 12 lapangan dengan “World Cup Course” pernah menuanrumahi Piala Dunia Golf 2007-2009, Pete Dye merancang salah satu lapangan bersama Jack Nicklaus, Greg Norman, Annika Sorenstam, Ernie Els, Vijay Singh, Nick Faldo, Jose Maria Olazabal, Ian Poulter-Justin Rose, Jumbo Ozaki, David Leadbetter, dan Zhang Lian-wei.