AGolf.xyz – UL International Crown 2018 telah memasuki pertandingan pertamanya, Kamis (4/10). Kedelapan negara terbaik wanita, saling memperebutkan trofi ketiga yang dipertandingkan sejak 2014 ini. Bermain di Jack Nicklaus Golf Club, ke-32 pegolf bakal berebut poin yang disediakan 24 fourball selama 3 hari, dan disusul 10 partai single Minggu nanti.

Dari dua edisi pertama, UL International Crown dimenangi unggulan kelima Spanyol pada 2014 dan unggulan kedua Amerika Serikat dua tahun lalu. Spanyol menyapu bersih 4 single untuk menang telak 15 poin, sedangkan Amerika Serikat unggul tipis satu poin dari Korea Selatan dua tahun lalu.

Tahun ini, 6 negara dari Korea Selatan, Amerika Serikat, Jepang, Australia, Thailand, dan Taiwan kembali meneruskan konsistensi mereka di daftar 8 negara terbaik golf wanita. Inggris dan Swedia kembali untuk kedua kalinya di ajang ini.

Secara angka, ke-32 pegolf memiliki rata-rata usia 27 tahun dengan Thailand sebagai negara termuda, 23 tahun saja. Sedangkan, Swedia menempati negara tertua, dengan 29 tahun. Begitu pula terdapat 12 rookie, dengan minimal satu rookie di masing-masing negara.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Selain itu, berikut beberapa rekor yang dimiliki kedelapan negara di UL International Crown kali ini. Diurutkan berdasarkan unggulan mereka,

  1. Korea Selatan
UL International Crown Korea
Tim Korea di UL International Crown / LPGA

Sung Hyun Park, So Yeon Ryu, In Kyung Kim, dan In Gee Chun telah memenangi 20 gelar LPGA Tour secara total, dan 7 mayor dengan masing-masing anggota ini memiliki gelar mayor di kabinetnya.

Secara tim, Ryu punya penampilan paling impresif di UL dengan memenangi 6 dari 8 partai yang sudah ia mainkan. Tak terkalahkan di single, Ryu telah berpasangan dengan Sei Young Kim dan Inbee Park di dua edisi sebelumnya. Sayangnya, keduanya tak dapat ikut dan bertemu dengan pegolf yang lebih fresh saat ini.

Hyun Park melakoni debut pertamanya, sedangkan Kim dan Chun punya tiga kemenangan dan lima kekalahan secara total.

  1. Amerika Serikat
United States UL International Crown
Tim Amerika di UL International Crown 2018 / LPGA

Amerika punya posisi terbaik untuk menjadi negara pertama yang mempertahankan gelar UL International Crown. Dengan momentum tepat juara 2016, dan Solheim Cup 2017, Amerika yang diperkuat Michelle Wie sebagai rookie di ajang ini, tetap menjadi kontingen berbahaya. Wie telah berpenglaman di 5 Solheim Cup, dengan 8-9-1 sejak 2009.

Pasangan menyengat Cristie Kerr dan Lexi Thompson, kembali dipasangkan di match-play. Kerr/Lexi telah mencetak rekor fourball dengan 4 kemenangan dari 5 partai mereka, termasuk saat menang dari Ariya/Moriya Jutanugarn.

  1. Jepang
Japan UL International Crown 2018
Tim Jepang di UL International Crown 2018 / LPGA

Mamigo Higa merupakan satu-satunya pegolf Jepang yang pernah merasakan UL International Crown, dengan rekor 1-2-1 pada 2014. Jepang secara statistik selalu melaju ke single di hari terakhir, tetapi tidak pernah memenangi lebih dari dua partai, yang cukup jomplang dibanding Amerika dan Spanyol dengan minimal tiga kemenangan single.

Tiga rookie di Tim Jepang, tak membuat mereka gentar. Diperkuat bintangnya, Nasa Hataoka memenangi gelar LPGA Tour pertama di Walmart NW Arkansas Championship, juga punya 54 hole beruntun tanpa bogey saat Kingsmill Championship.

  1. Inggris
England UL International Crown
Tim Inggris di UL International Crown 2018 / LPGA

Inggris punya pengalaman 4-1-1 di fourball dua tahun lalu, namun hanya Jodi Ewart Shadoff yang memenangi partai single. Shadoff menghasilkan comeback terbaik setelah tertinggal 3-down dari 6 hole, menjadi 1-up berkat 9 par dan tiga birdie dari Taiwan.

Secara tim, Inggris menjadi tim termuda kedua dengan 24 tahun, dan telah berpengalaman di Solheim Cup 2017.

  1. Australia
Australia UL International Crown
Tim Australia di UL International Crown 2018 / LPGA

Australia selalu menempati posisi paling bawah dari dua edisi lalu, dengan skor yang sama 3 poin. Selama itu pula, performa fourball menunjukkan hasil yang sama, 1-4-1. Minjee Lee dan Su Oh yang kini bergabung lagi, pernah menjadi pasangan 2016, dengan hasil menang dan halved.

  1. Thailand
Thailand UL International Crown
Tim Thailand di UL International Crown 2018 / LPGA

Tidak pernah finis lebih baik dari peringkat kelima, Thailand kembali diperkuat pasangan kakak-beradik Moriya dan Ariya Jutanugarn, plus Pornanong Phatlum yang selalu turun di dua edisi sebelumnya. Phatlum punya rekor lebih baik dari pasangan Jutanugarn, dengan 4-2-1.

Jutanugarn pernah disatukan di 4 dari 6 pertandingan fourball, yang sayangnya hanya memetik satu kemenangan. Hasil akhirnya 1-2-1 di fourball.

  1. Swedia
Sweden UL International Crown
Tim Swedia di UL International Crown 2018 / LPGA

Swedia kembali ke UL International Crown setelah absen 2016 lalu. Di edisi pembuka, Swedia finis sebagai runner-up di bawah Spanyol, disokong kekuatan Anna Nordqvist yang tidak terkalahkan 3-0-1.

Kemenangan terbesar 7&5 juga dibuat pasangan Swedia, Pernilla Lindberg/Mikaela Parmlid saat mengalahkan Katherine Kirk/Lindsey Wright dari Australia pada 2014.

  1. Taiwan
Chinese Taipei UL International Crown
Tim Taiwan di UL International Crown 2018 / LPGA

Datang sebagai unggulan ke-8, Taiwan punya finis terbaik ketiga 2016 lalu setelah dua kemenangan single. Kung menjadi penyumbang poin tanpa kekalahan, walaupun secara total tetap memiliki 4-2-1 jika menghitung edisi 2014.