Ben Hogan terima trofi Charles Schwab Challenge
Ben Hogan terima trofi Charles Schwab Challenge / Golf History Today

AGolf.xyz – Pekan depan, PGA Tour kembali digulirkan di Charles Schwab Challenge. Bertempat di Colonial Country Club, Texas, turnamen ini memiliki rekor yang belum terpatahkan hingga saat ini. Ialah back-to-back milik Ben Hogan, yang dibuat pada 1946-1947 dan 1952-1953.

Mereguk gelar kelima pada 1959, Hogan mencatatkan namanya sebagai pencetak gelar terbanyak di turnamen ini. Menariknya, Hogan merupakan produk asli Fort Worth, Texas yang menganggap Colonial sebagai lapangan latihannya.

Jelang Charles Schwab Challenge, berikut ini beberapa serba-serbi turnamen tersebut saat menyinggung nama Ben Hogan di dalamnya, dilansir 15th Club.

– Tidak ada pegolf yang mampu mempertahankan gelar mereka di Colonial selain Ben Hogan. Sejak 1953, turnamen ini menjadi catatan tanpa back-to-back terpanjang di antara turnamen PGA Tour lainnya. Di belakangnya, Wyndham Championship menjadi yang terpanjang sejak 1955-1956 oleh Sam Snead.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

– Hogan meraih gelar mayor pertamanya pada usia 34 tahun di PGA Championship 1946. Bersama 8 trofi mayor lainnya, Hogan menjadi pemenang mayor terbanyak setelah berusia 34 tahun. Jack Nicklaus dan Sam Snead hanya mengumpulkan 6 gelar dari usia itu.

– Antara 1939 hingga 1956, Hogan selalu finis Top-10 di 14 turnamen The Masters. Dua di antaranya berbuah gelar pada 1951 dan 1953, dengan empat kali runner-up, dan tiga peringkat 4. Di antara penampilannya itu, Hogan mengumpulkan 24-under par, atau 36 strokes lebih baik di antara pegolf yang membukukan lebih dari 20 putaran. Sam Snead ada di tempat kedua dengan 12-over.

– Hogan dapat disebut sebagai pegolf terbaik US Open pasca Perang Dunia II. Dibandingkan pesaingnya yang telah memainkan lebih dari 40 putaran, Hogan memimpin Strokes Gained per Round dengan 4,20. Lloyd Mangrum ada di peringkat kedua dengan 2,98.

– Hogan meraih 13 gelar pada 1946, jumlah terbanyak dalam satu musim selain 18 gelar Byron Nelson pada 1945. Dua tahun setelahnya, Hogan kembali mencetak 10 gelar pada 1948, yang menjadikannya peraih gelar PGA Tour dobel-digit sebanyak dua kali.

– Hogan memiliki 100 persen kemenangan dari enam penampilan pada 1948 dan lima kali pada 1953. Catatan ini hampir menyamai Tiger Woods yang pernah tiga kali menorehkan lima kemenangan beruntun di kariernya.

– Hanya satu kali menampakkan wajahnya di the Open 1953, Hogan menorehkan mayor ketiganya di tahun yang sama atau disebut Triple Crown. Selain The Masters dan US Open, catatan tiga mayor dalam satu tahun kalender baru bisa disamai Tiger Woods pada 2000. Satu-satunya Claret Jug yang didapatnya itu, menjadikannya pegolf kedua dengan empat trofi mayor berbeda atau Career Grand Slam setelah Gene Sarazen.

– Ketiga kemenangan mayor Hogan pada 1953, didapat dengan selisih empat strokes atau lebih. (The Open 4 strokes, The Masters 5 strokes, dan US Open 6 strokes). Dengan selisih serupa, empat pegolf lain berhasil melakukannya di karier mereka. Jack Nicklaus (empat kali), James Braid (empat kali di the Open), John Henry Taylor (lima kali di the Open), dan Tiger Woods (lima kali).

– Dari 15 penampilan US Open 1940-1960, Hogan tidak pernah finis di luar Top-10. Dalam periode tersebut, dia memimpin strokes gained per round 4,56 pada 1940-an dan 4,85 era 1950-an.

– Di US Open 1960, Hogan yang berusia 47 tahun nyaris menjadi pemenang tertua saat tied di peringkat teratas di tee hole 71. Sayangnya, pukulan ketiga yang meluncur mundur ke air dan lagi-lagi jatuh ke air di hole 18, mengempaskannya ke urutan T.9. Arnold Palmer keluar sebagai pemenang di Cherry Hills Country Club, Colorado dan Jack Nicklaus yang masih amatir berada dua strokes di belakangnya