Justin Rose kejar hattrick gelar di Turkish Airlines Open / AGolf Design

AGolf.xyz – Justin Rose dengan dua gelar Turkish Airlines Open beruntun, mengincar rekor langka hattrick tiga gelar beruntun di European Tour. Sejak musim pertama 1972, rekor ini hanya mampu dibuat Nick Faldo, Ian Woosnam, dan Colin Montgomerie.

Ian Woosnam dari Wales menjadi pegolf pertama dengan torehan tiga gelar di Monte Carlo Open 1990-1992. Hattrick tersebut mengakhiri perjalanan turnamen sejak memulai edisi perdana 1984. Selanjutnya, Nick Faldo mengukir tiga gelar di Irish Open 1991-1993 melewati 4 pegolf back-to-back.

Terakhir, Colin Montgomerie merengkuh tiga gelar yang dirasa mustahil di BMW PGA Championship 1998-2000. Mustahil karena turnamen tersebut merupakan flagship di European Tour, dan back-to-back baru dibuat Nick Faldo 1980-1981, Ian Woosnam 1988-1989, dan Luke Donald 2011-2012.

Melihat rekor tersebut, Rose berambisi ingin menyamainya di Montgomerie Maxx Royal, Antalya. Gelarnya tahun lalu menjadi kali pertama back-to-back di kariernya, dan ia ingin menambah daftar tersebut pada Minggu (10/11) nanti.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

“Hal seperti ini sangat jarang terjadi, dan saya ingin merasakannya satu kali seumur hidup,” optimis Rose. “Di saat dua gelar beruntun susah payah dibuat, saya rasa ini saatnya meraih tiga gelar beruntun yang hanya dibuat tiga pegolf saja di European Tour. Ketiganya merupakan pemain hebat, dan rasanya akan sangat terhormat jika bergabung bersama Faldo, Woosnam, maupun Montgomerie.”

Kembali ke lapangan Montgomerie Maxx Royal, Rose telah mengenal lapangan ini semasa edisi Turkish Airlines Open pertama 2013 lalu. Hasil peringkat ketiga di belakang Victor Dubuisson dan runner-up Jamie Donaldson, membuatnya percaya ia dapat mewujudkan ambisinya itu.

“Saya bermain sangat bagus pada 2013 dan saya menikmati lapangan ini,” ujar Rose. “Melihat Victor Dubuisson menang dan Brooks Koepka di tahun 2014, saya rasa pegolf dengan pukulan jauh punya keuntungan. Saya punya kemampuan itu dan semoga saja driver pekan ini cukup bersahabat.”

No.1 Dunia

Gelar Rose tahun lalu membawanya kembali ke No.1 dunia, sebagai peringkat terbaiknya setelah merasakan posisi ini selama dua pekan di bulan September. Hingga bulan April, Rose bertukar posisi dengan Brooks Koepka dan Dustin Johnson sebelum jatuh ke No.8 dunia di awal November ini.

Ia pun berharap dapat kembali ke posisi lebih tinggi dari gelarnya di Turkish Airlines Open.

“Ada masa sulit untuk mempertahankan sebuah ranking dunia, dan saya cukup optimis saat kembali ke turnamen yang pernah saya menangi dua kali ini,” tandasnya.