Dustin Johnson
Dustin Johnson finis runner-up di PGA Championship 2019 / AGolf Design

AGolf.xyz – Dustin Johnson menjadi satu-satunya pegolf yang memberikan tekanan berarti kepada Brooks Koepka, yang mendominasi tiga putaran dengan 7 strokes. Meskipun kalah di posisi kedua, DJ sempat menipiskan margin mereka hingga satu stroke di akhir 15 hole.

“Angin hari ini lebih keras dan sangat sulit di antara ketiga putaran sebelumnya,” ujar Johnson dilansir PGA Tour. “Di kondisi seperti ini, saya yakin semua hal bisat terjadi. Memiliki start baik dengan tiga birdie di front nine, saya sangat puas dapat terus menekan Koepka hingga 1 strokes di hole 15.”

Penonton New York pun mulai berpihak padanya. Seruan “DJ!DJ!DJ!” bergelora saat melihat papan klasemen yang berubah begitu cepat.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Namun sayang, dewi fortuna seperti berhenti saat melakoni tiga hole terakhir. Bogey-bogey-par ternyata tak cukup menghentikan Koepka yang akhirnya menggenggam mayor keempatnya.

Diakuinya, approach shot 5-iron di hole 16 tak masuk prediksinya karena terbang melewati green. Di hole 17 berpar-3, pukulan chipnya memerlukan dua-putt bogey dari 9 kaki.

“Hanya tiga hole untuk gelar kedua saya, dan saya malah menyia-nyiakan itu semua,” sesal Johnson. “Meninggalkan green 15 dengan pede dan perlu pukulan bagus di fairway 16, saya tidak menduga 5-iron saya ternyata terbang begitu jauh melewati green. Angin betul-betul memakan peluang saya hari ini.”

Melihat sisi positifnya, Johnson menjadi satu-satunya pegolf dengan skor under-par di keempat putaran. Ia pun berharap, hal ini membuka peluangnya meraih gelar US Open keduanya di Pebble Beach bulan depan.

Dari dua mayor di tahun 2019 ini, Johnson telah mencatatkan dua runner-up. Di The Masters lalu, ia tertinggal satu stroke dari Tiger Woods yang meraih gelar mayor ke-15-nya. Bersama runner-up di the Open 2011 dan runner-up lain di US Open 2015, ia layak menyandang Career Runner-up Grand Slam.