Menko Perekonomian Darmin Nasution/ setkab.go.id
Menko Perekonomian Darmin Nasution/ setkab.go.id
Menko Perekonomian Darmin Nasution/ setkab.go.id

AGolf – Badan Pusat Statistik (BPS) mendapati inflasi bulan Oktober 2016 sebesar 0,14 persen atau sedikit lebih rendah dari inflasi bulan September 2016 yang tercatat sebesar 0,22 persen. Penyebab inflasi menurut data BPS antara lain cabai merah, tarif listrik, upah tukang bukan mandor, bahan bakar rumah tangga serta rokok.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution menilai positif capaian inflasi di bulan Oktober tersebut. “Inflasi bagus kan, 0,14 (persen),” kata Darmin di kantornya, Jakarta, Selasa (1/11).

Lebih lanjut Darmin menyoroti perihal faktor penyebab inflasi. Darmin menilai, kali ini komponen bahan pangan tidak menjadi penyumbang inflasi. Kondisi ini menunjukkan upaya pemerintah menekan laju inflasi melalui perbaikan sektor-sektor yang kerap menjadi sumber inflasi, mulai terasa hasilnya.

Pemerintah, lanjut Darmin, terus mengusahakan agar pasokan bahan pokok di pasaran selalu terpenuhi. “Tapi yang menarik ya, bulan Oktober itu pangan dan sandang itu deflasi. Yang naik adalah makanan jadi, perumahan, listrik, dan sebagainya. Artinya, semakin jelas bahwa kita bisa mengendalikan inflasi pada tahun ini dengan baik,” ujar Darmin.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Darmin memaparkan, persoalan pangan bukan semata-mata menyangkut permintaan, tetapi juga melibatkan kondisi cuaca. Oleh sebab itu, pemerintah berupaya keras untuk mengendalikan pasokannya, di tengah kondisi cuaca yang sedang tidak menentu seperti saat ini.

Diakui mantan Gubernur Bank Indonesia ini, bahwa ada komoditas pangan yang harganya meningkat akibat cuaca, yakni cabai. Namun, kenaikan harga cabai tidak cukup signifikan mendongkrak inflasi. Meski demikian, pemerintah tetap akan terus memperhatikan kondisi pasokan bahan pangan, termasuk cabai.

“Kalau perminatan turun ya harganya turun dong. Yang turun pangan kok. Pangan itu bukan urusan permintaan pertama-tama. Itu urusan musim aja. Dan urusan pengendalian suplainya. Sebetulnya di pangan pun ada yang naik harganya. Cabai. Cuma dia kecil, sehingag tidak bisa mendongkrak naik. jadi sebetulnya masih cukup banyak barang dan jasa yang harganya naik, walupun naiknya kecil. Kalau dia turun semua nah, itu baru khawatir,” papar Darmin.

Dengan kondisi inflasi Januari hingga Oktober 2016 berada di angka 2,11 persen, Darmin optimistis inflasi sepanjang tahun 2016 berada di bawah 3 persen, atau masih berada di bawah target inflasi tercantum dalam APBN Perubahan 2016 yang berada di angka 4 persen.

“Sampai sekarang sebenarnya year to date nya 2,11 persen. Ya kan? Jadi ya, bisa-bisa tahun ini ya di bawah 3,” tutup Darmin.