Shubhankar Sharma Habitat for Humanity Standings
Shubhankar Sharma dekati titel Habitat for Humanity Standings 2018 / AGolf Design

AGolf.xyz – Golfer asal India, Shubhankar Sharma semakin mendekati gelar paling diminati pegolf Asia, Habitat for Humanity Standings atau Order of Meritnya Asian Tour. Menambah pundi-pundi hadiah USD175 ribu dari CIMB Classic di Malaysia akhir pekan kemarin, Sharma berpeluang menjadi pegolf India pertama yang kembali memenangi penghargaan ini setelah Anirban Lahiri pada 2015 lalu.

Sebenarnya, Sharma bisa mendulang uang yang lebih banyak jika saja putaran finalnya tidak berakhir dengan 72. Jika saja satu stroke lebih baik, Sharma sudah pasti memiliki USD237.300 bahkan dengan skor 70, USD500-an ribu menjadi haknya. Namun, penghitungan Habitat for Humanity hanya menghitung 50 persen saja, karena Asian Tour menurunkan 10 pegolf saja dengan beberapa tambahan pegolf Asia sebagai undangan.

“Saya tahu 50 persen dari hadiah saya hari ini bakal dihitung di Habitat for Humanity Standings, jadi saya punya goal Top-10 yang sayangnya tidak terjadi. Walaupun begitu, memimpin 54-hole lagi bersama pegolf terbaik dunia, merupakan pelajaran yang mahal di sisa musim Asian Tour nanti,” ucap Sharma yang mengumpulkan total hadiah USD695.994.

Sharma yang kembali jatuh di putaran final setelah memimpin 54-hole, seperti T.9 di WGC-Mexico Championship lalu, tetap memperlebar jarak Habitat for Humanity Standings dengan USD134.094 dari Sanghyun Park.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

“Saat tahu saya gagal lagi mendapatkan trofi PGA Tour sebagai golfer India kedua, saya sangat kecewa. Tetapi, saya menyadari kalau ini Top-10 kedua saya yang tidak begitu saja didapat. Saya mengambil sisi positifnya melalui turnamen ini, untuk bermain lebih baik di masa depan dan menaruh mimpi tertinggi untuk menang PGA Tour,” komentar Sharma mengenai turnamennya.

Bermain bersama Sharma di flight terakhir, Marc Leishman menyalami Sharma dan mewaspadai kompatriotnya itu sewaktu-waktu nanti.

Shubhankar Sharma Marc Leishman Asian Tour
Marc Leishman dan Shubhankar Sharma saling bersalaman saat bertemu di CIMB Classic 2018 / Asian Tour

“Sharma pegolf yang hebat, dan semoga saja dia belajar banyak selama di sini. Seringkali, seorang pegolf belajar lebih banyak dari turnamen yang kalah, dan saya rasa dia tidak akan menyia-nyiakan pelajaran hari ini untuk gelar pertamanya nanti. Saya akan nantikan saat itu,” tanggapan Leishman mengenai Sharma.

Pekan ini, Asian Tour mengunjungi Panasonic Open India dan langsung lanjut ke WGC-HSBC Championship di Shanghai. Hanya 4 pegolf Asian Tour terbaik saja di China, yang sekali lagi Sharma dapat memperlebar jarak Habitat for Humanity di sana.

Pegolf Indonesia di Habitat for Humanity

Tak hadirnya bendera Indonesia di TPC Kuala Lumpur, Danny Masrin memilih jadwal turnamen di Pakistan, UMA CNS Open Championship. Turnamen Asian Tour dengan total hadiah USD300 ribu ini, berhasil diakhiri Masrin dengan peringkat T.25 dan membawa pulang USD2.730.

Tambahan ini, menempatkannya di posisi 110 dengan total hadiah USD22.078. Jika ingin mendapatkan kartu Asian Tour pertama–setelah Rory Hie–untuk Indonesia, kemenangan menjadi hal mutlak karena Top-60 terlihat begitu jauh sebagai syarat kepemilikan kartu Asian Tour setiap musimnya. Posisi ini dihuni Nicholas Fung dengan USD65.581.

Berikut klasemen Habitat for Humanity Standings hingga dua turnamen di Pakistan dan Malaysia, berikut para pegolf Indonesia. (hadiah dalam USD)

  1. Shubhankar Sharma (IND)- 695.993
  2. Sanghyun Park (KOR) – 561.898
  3. Matt Wallace (ENG) – 446.660
  4. Gaganjeet Bhullar (IND)- 422.936
  5. Scott Vincent (ZIM)- 420.887
  6. Justin Harding (RSA) – 395.977
  7. John Catlin (USA) – 383.132
  8. Kiradech Aphibarnrat (THA)- 372.480
  9. Sihwan Kim (USA)- 341.763
  10. Yuta Ikeda (JPN)- 338.671

….

  1. Nicholas Fung (MAS) – 65.581

….

  1. Danny Masrin (INA) – 22.078
  2. Rory Hie (INA) – 5.858
  3. George Gandranata (INA) – 1.075