Shubhankar Sharma CIMB Classic 2018
Shubhankar Sharma dari India tampil di CIMB Classic 2018 / AGolf Design

AGolf.xyz Shubhankar Sharma dari India menargetkan finis terbaik di CIMB Classic, untuk meninggalkan para rivalnya di klasemen atas Habitat for Humanity Standings, atau Order of Meritnya Asian Tour. Sharma yang saat ini memiliki total hadiah USD608.494 hasil satu kemenangan dari 7 turnamen, unggul USD54 ribuan di posisi tertinggi kali ini.

Menawarkan total hadiah menggiurkan USD7 juta untuk sebuah turnamen Asian Tour, Sharma semakin diuntungkan tanpa hadirnya CUT di akhir 36-hole karena turnamen ini hanya memainkan 80-an pegolf saja. Itu artinya, setiap pegolf pasti membawa pulang hadiah dan jika finis tinggi, itu semakin memudahkan Sharma memenangi gelar Habitat for Humanity Standings di sisa musim ini.

“Saya sering melihat CIMB Classic di tivi, dan melihat Anirban Lahiri pernah menang di lapangan ini saat Malaysian Open beberapa tahun lalu, saya percaya kalau lapangan ini bisa kami pegolf Asia menangi juga. Saya tidak punya target khusus harus finis di posisi berapa di sini, tetapi saya ingin setinggi mungkin untuk memudahkan goal besar saya memenangi Order of Merit akhir Desember nanti,” ucap Sharma yang sudah memimpin klasemen sejak memenangi Maybank Championship Februari lalu.

Sharma menjadi satu di antara 10 pegolf Asia yang bertanding di CIMB Classic, turnamen PGA Tour satu-satunya di kawasan Asia Tenggara. Sebagai turnamen PGA Tour, CIMB Classic menjadi favorit pegolf Amerika untuk memulai musim mereka di kawasan Asia. Pat Perez dan Justin Thomas yang memenangi tiga edisi terakhir, memastikan hadir di ajang kali ini.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Pegolf Thailand, Kiradech Aphibarnrat juga menjadi salah satu pegolf Asia–Thailand–yang turun di ajang ini. Mencetak sejarah sebagai pegolf Thailand pertama yang menggenggam kartu PGA Tour, Kiradech memilih untuk memulai musim baru 2018/2019 sebagai anggota PGA Tour di CIMB Classic.

“Rasanya luar biasa bisa memulai PGA Tour di musim baru ini di Malaysia. Saya memilih ini tentu saja karena ini rumah kita bersama, Asia dan cuacanya juga cocok untuk saya pribadi. Mudah-mudahan melalui turnamen ini, keberuntungan bisa hadir kepada kami pegolf Asia yang belum pernah menang di ajang ini, dan saya punya goal panjang untuk finis Top-60 di FedExCup,” jelas Kiradech yang berusaha memperbaiki posisi tertinggi T.3 pada tahun 2013 lalu.

CIMB Classic merupakan turnamen reguler di kawasan Asia Tenggara yang sudah dimulai sejak 2010. Dari 8 edisi terakhir, pegolf Amerika selalu memenangi turnamen ini dengan Hideki Matsuyama mencatatkan prestasi terbaik pegolf Asia, dengan posisi runner-up dari Justin Thomas pada 2016.