Ilustrasi Shubhankar Sharma dari India
Shubhankar Sharma dari India / AGolf Design

AGolf.xyz – Pegolf India Shubhankar Sharma tak ingin beristirahat untuk mengejar mimpinya ke PGA Tour. Sharma yang finis T.10 di CIMB Classic pekan lalu di Malaysia, diundang Ernie Els, Kapten Presidents Cup 2019, untuk memainkan satu-satunya turnamen PGA Tour di Korea Selatan, THE CJ CUP @ NINE BRIDGES.

“Dia mengundang saya ke Korea, untuk bermain bersama dan dia bilang ke saya kalau beberapa anak muda seperti saya akan membuat Tim Internasional semakin kuat tahun depan. Saya rasa, Els seorang Kapten yang hebat dan semoga saya bisa masuk Tim,” komentar Sharma yang bermain bersama Els.

Diakuinya, pengalaman ini pernah ia dapat saat masih muda. Satu dekade lalu di New Delhi, India, Sharma menerima golf clinic dari Els saat peraih 4 gelar mayor itu bermain Indian Masters di Delhi Golf Club.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

“Saya bepergian jauh ke Delhi hanya untuk melihat Indian Masters. Ketika itu, saya melihat Ernie memainkan putaran pertamanya, dan berpikir untuk mendekatinya di golf clinic olehnya saat putaran kedua. Saya beruntung menjadi pegolf cilik yang diajari langsung menggunakan 9-iron miliknya, dan say hi dengannya. Saya masih ingat, pukulan saat itu sekitar 100 yard dan jatuh tepat di tempat yang saya inginkan. Penonton yang menyaksikan kami saat itu tepuk tangan tak henti-hentinya, dan momen itu yang sangat berkesan hingga sekarang,” kenang Sharma.

Sambungnya, Sharma beruntung bisa mencoba memukul sesuai apa yang menjadi rencananya. Karena beberapa anak sebelumnya, kesulitan mengarahkan pukulan mereka.

“Stiknya lumayan berat, dan saya senang bisa pamer ke Els saat itu. Sebelum pulang, saya diberi kartu skor yang ditandatangani langsung olehnya. Saat dia memberi itu, dia bilang ‘kamu bisa menjadi pegolf hebat satu hari nanti, teruslah bekerja keras.’ Saya menceritakan itu saat bertemu lagi kemarin, dan saya berterima kasih atas momen indah yang ia berikan,” ucap Sharma.

Els yang telah mencicipi 8 Presidents Cup, percaya kemampuan Sharma sangat diperlukan di timnya nanti.

“Saya telah bermain bersama dia, dan rasanya dia pegolf berbakat. Sejauh ini, saya melihat dia sudah menang dua gelar, dan dia baru 22 tahun,” kata Els. “Mendengar ceritanya, saya seperti mengulang masa lalu saya saat bertemu Gary Player dan meminta tanda tangannya. Dia (Player) tentu saja tidak mengingatnya karena saya masih kecil. Tetapi, tanda tangan itu begitu berarti buat karier golf saya, dan saya merasa seperti Player bisa melakukan hal yang sama kepada Sharma. Luar biasa ya bisa menyentuh mimpi orang lain, walaupun kita sendiri tidak mengikuti perjalanan hidupnya.”

Sharma yang mengenal Anirban Lahiri, pegolf asal India yang sudah bermain di dua Presidents Cup, berharap dapat bergabung bersama pegolf terbaik dunia di Royal Melbourne.

“Presidents Cup 2019 menjadi pertemuan besar antara Ernie dan Woods. Tim Internasional hampir menang di Korea 2015 lalu, yang mana kesempatan kita untuk menang cukup terbuka. Termasuk di Australia nanti, saya berharap menjadi bagian dari sejarah itu,” harap Sharma.

Sharma sempat memimpin putaran ketiga, sayangnya harus terceplos dengan 72. Dua turnamen lain yang menjadi Asian Swing ini, menjadi fokus utamanya untuk tampil semakin baik di PGA Tour sehingga dapat menggenggam kartu PGA Tour, atau bahkan memenangi gelar PGA Tour setelah Arjun Atwal.

“Tak perlu menyesal tidak bisa menang, karena Top-10 tetap menjadi hasil yang sangat bagus buat saya. Banyak pelajaran yang saya dapat di sana, dan saya punya kepercayaan yang tinggi untuk tampil di banyak PGA Tour lainnya,” tutur Sharma yang finis T.9 di WGC-Mexico Championship, juga dengan memuncaki 54-hole.