Shubhankar Sharma menangi Asian Tour Habitat for Humanity Standings 2018 / AGolf Design

AGolf.xyz – Asian Tour akan menyisakan turnamen terakhirnya di BNI Indonesian Masters minggu depan. Di sisa satu turnamen itu, pegolf muda Shubhankar sharma terpillih sebagai pemenang Asian Tour Habitat for Humanity Standings, Sabtu (8/12).

Dalam artikel yang disiarkan Asian Tour, Shubhankar Sharma resmi menyandang status ini setelah total pendapatannya dinyatakan tidak bisa dikejar pegolf terdekat, Sanghyun Park.

Hingga Queen’s Cup dan Mauritius Open pekan lalu, Sharma telah mengumpulkan USD755.994 dari 9 turnamen. Total hadiah yang begitu jauh dari Park di kisaran USD561.898. Tidak tampilnya kedua pegolf ini di South African Open yang disanction Asian Tour minggu ini, Sharma memang layak menjadi pemenang tahun ini.

Di BNI Indonesian Masters nanti, total hadiah yang ditawarkan senilai USD750 ribu dan pemenangnya mendapatkan sekitar USD135 ribu. Itu berarti, jika Park menang, hadiahnya tidak akan menyentuh USD700 ribu.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Peluang sempat terbuka bagi Justin Harding yang ikut bermain di South African Open. Sayangnya, dua putaran yang dimainkan Kamis-Jumat kemarin, membuatnya harus pulang lebih cepat karena CUT. Sedangkan Kurt Kitayama, walaupun duduki peringkat ketiga pasca 36-hole, perhitungan matematisnya tetap tidak akan melewati Sharma.

Jika dua gelar berhasil ia dapatkan di South African Open dan BNI Indonesian Masters, dua gelar ini hanya bernilai USD351 ribu. Cukup untuk mendongkrak posisinya dari urutan ketujuh dengan USD352.711.

Kemenangan Sharma
Shubhankar Sharma Asian Tour Habitat for Humanity Standings
Shubhankar Sharma menangi Maybank Championship 2018 / ESPN

Masih berusia 22 tahun, Sharma dengan titel barunya ini merupakan perjalanan panjang yang ia akhiri dengan manis. Menjuarai gelar pertama Asian Tour di Joburg Open 2017, Sharma meraih gelar lainnya di Maybank Championship di Malaysia awal tahun ini.

Berhadiah besar USD3 juta dengan sanction European Tour, Sharma mengejar selisih 4 strokes dengan 10-under 62 saat putaran final. Hadiah utama USD500 ribu, membawanya memuncaki Habitat for Humanity Standings yang terus bertahan hingga saat ini.

Sempat diganggu oleh Sanghyun Park dan Justin Harding yang memenangi dua gelar, Sharma akhirnya memastikan satu tangannya di trofi dengan finis T.6 di Honma Hong Kong Open bulan lalu.

Tak bermainnya Park di South African Open dan Harding Miss CUT, membuatnya menjadi golfer India kelima yang meraih titel tertinggi Asian Tour ini.

“Saya sangat senang dengan apa yang sudah saya lewati tahun ini. Asian Tour merupakan kesempatan yang sangat besar buat saya. Dari sini, saya bisa terus meningkatkan permainan saya dan membawa saya ke level yang lebih tinggi. Saya banyak belajar dari tur ini,” komentar Sharma mengenai tahunnya.

Di luar Asian Tour, Sharma memiliki Top-10 di WGC-Mexico Championship, bermain 4 turnamen mayor, dan dianugrahi Rookie Terbaik dari European Tour.