Shubhankar Sharma WGC-Mexico Championship
Shubhankar Sharma ke WGC-Mexico Championship / AGolf Design

AGolf.xyz – Shubhankar Sharma dari India, masih terkenang penampilan perdananya di turnamen besar World Golf Championship (WGC) tahun lalu. Diundang melalui Top-10 Race to Dubai hasil raihan gelar Maybank Championship, Sharma menjadi pegolf termuda yang memimpin putaran kedua dan ketiga di WGC-Mexico Championship.

Walaupun akhirnya harus puas di urutan T.9, kariernya semakin cemerlang karena berbagai undangan juga diterimanya sepanjang 2018 lalu. Puncaknya, ia dapat bermain di 4 mayor dan meraih Asian Tour Order of Merit 2018.

Di bulan kedua 2019 ini, ia percaya prestasinya sepanjang tahun lalu dapat terus meningkat termasuk saat kembali tampil di Chapultepec Meksiko, pada 21-24 Februari mendatang.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

“Saya memiliki memori yang berkesan selama di Meksiko, dan saya akan memberikan yang terbaik di tahun ini,” komentar Sharma, kepada Asian Tour. “Menurut saya, golf ialah permainan yang sedikit tricky karena saya nyaris menang tahun lalu.”

Sharma yang terbang jauh ke Chapultepec, membukukan 65-66-69 untuk memimpin putaran ketiga. Sayang, 74 di putaran final memberikan jalan Phil Mickelson yang meraih gelar pertamanya dalam 5 tahun terakhir setelah the Open 2013. Phil menang dari Playoff melawan Justin Thomas.

“Itu turnamen besar pertama saya, dan saya punya kesempatan menang. Walaupun berakhir T.9, Meksiko tetap memberikan pengalaman luar biasa saat pulang ke Asia. Saya juga menerima banyak dukungan, dan saya mendengar hal positif saat melihat banyaknya anak-anak yang ingin bermain golf di India,” ucapnya.

Sharma di 2019

Memulai tahun 2019, statistik Sharma hanya mampu lolos CUT di Omega Dubai Desert Classic dengan T.29. Dua CUT lain di kawasan Timur Tengah, tak membuatnya gentar mengincar goal lebih besar. Sharma ingin segera bergabung di Tim Internasional Presidents Cup.

“Saya ingin lebih konsisten, dan itu perlu Top-10 atau minimalnya Top-15,” kata Sharma. “Menang akan jadi hal bagus, tetapi konsisten merupakan hal yang lebih penting dari sebuah trofi. Goalnya, tentu saja ke Presidents Cup. Saya ingin sekali ke sana.”