AGolf.xyz- Ada beragam cara yang telah ditempuh oleh manusia untuk mengurangi dampak pemanasan global. Mulai dari penghematan energi hingga menggunakan sumber energi terbarukan. Bahkan kini sebuah hotel di Skotlandia menggunakan daya baterai pertama di dunia.

Dilansir dari Lonely Planet, Gyle Premier Inn di Edinburgh saat ini tengah dalam tahap uji coba menggunakan tenaga baterai lithium ion seberat lima ton.

Premier-Inn-Gyle

Hotel ini memilih menggunakan daya baterai sebagai salah satu upaya untuk mengurangi dampak lingkungan. Penggunaan baterai juga menurunkan tagihan listrik yang diperkirakan sekitar £ 20.000 (Rp360 juta) per tahun.

Baterai sepanjang tiga meter persegi ini akan diisi daya dari jaringan nasional saat bukan jam sibuk. Biaya selama dua jam dapat memberikan daya pada hotel untuk 200 kamar selama tiga jam serta menyalakan berbagai peralatan dapur.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone
Premier-Inn-Gyle/lonely planet

Hotel ini merupakan salah satu dari anak perusahaan Whitebread. Whitebread memilih hotel ini sebagai uji coba menggunakan energi dari baterai, karena Skotlandia merupakan produsen besar energi yang terbarukan. Selain itu penggunaan baterai akan membantu jaringan nasional dengan mengurangi permintaan dari sistem.

Hotel mengatakan bahwa inovasi tersebut merupakan salah satu komitmen untuk mengurangi emisi karbon menjadi setengahnya di tahun 2025. Hotel ini juga dilengkapi dengan teknologi dari perusahaan listrik E.ON yang akan mengendalikan beban kerja baterai dan efisiensinya dari pusat manajemen energi di Glasgow.

Premier-Inn-Gyle/lonely planet

“Baterai merupakan salah satu benda yang digunakan sehari-hari, lebih tepatnya digunakan untuk memberi daya pada perangkat kecil rumah tangga seperti remote control. Sehinga peluncuran hotel dengan daya baterai akan memberikan keunikan tersendiri. Bahkan menjadi hotel pertama di Inggris bertenaga baterai,” kata Cian Hatton, Kepala Energi dan Lingkungan Whitbread dilansir dari Lonely Planet News.

“Hal ini merupakan salah satu inovasi yang akan menghemat uang, memastikan keamanan pasokan listrik dan mendudukung transisi ke jaringan yang lebih fleksibel.”