cadaques-girona spanyol

AGolf.xyz– Beberapa negara Eropa telah berencana membuka kembali perbatasan mereka dan melonggarkan pergerakan warganya. Namun, hal itu tidak berlaku untuk Spanyol. Spanyol saat ini menjadi negara dengan jumlah penderita terinfeksi COVID-19 nomor tiga terbanyak sedunia.

Oleh karena itu, Spanyol sangat berhati-hati, mereka bahkan memutuskan untuk memperpanjang pelarangan turis memasuki negara itu hingga setidaknya 15 Juni. Keputusan ini diambil meski otoritas kesehatan Spanyol melaporkan peningkatan harian terendah dalam kematian akibat virus corona pada hari Sabtu sejak pertengahan Maret dengan 104 dalam 24 jam terakhir. Secara keseluruhan, Spanyol memiliki 230.698 kasus dan 27.563 kematian.

Seperti kebanyakan negara, ekonomi Spanyol sedang menderita dan pariwisata dapat menjadi dorongan cepat. Dari museum dan kota-kota yang sarat dengan tradisi seperti Barcelona dan Madrid hingga pulau Ibiza yang berpusat pada kemeriahan pesta yang ramai, Spanyol memiliki variasi yang cukup banyak sehingga banyak wisatawan dapat kembali.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Saat ini, Spanyol hanya memiliki lima bandara dan delapan pelabuhan terbuka. Spanyol juga menerapkan karantina 14 hari untuk siapa pun, termasuk warganya sendiri, yang memasuki negara itu.

Sementara Italia, yang juga dihantam keras oleh pandemi ini memutuskan untuk membuka kembali perbatasannya pada 3 Juni.