Jordan Spieth
Jordan Spieth dekati Career Grand Slam di PGA Championship 2019 / AGolf Design

AGolf.xyz – Jordan Spieth hanya memerlukan gelar mayor terakhir di PGA Championship untuk menyempurnakan Career Grand Slam keenam sepanjang sejarah. Sejarah ini dapat terjadi di putaran final, apabila Spieth dapat mengonversi posisi keduanya pasca 36-hole yang berakhir Jumat (17/5).

Menutup back nine dengan empat birdie, memastikan mantan juara FedExCup itu mengumpulkan 5-under par 135 dari dua putaran. Spieth pun berbagi tempat kedua bersama Adam Scott yang tertinggal 7 strokes dari Brooks Koepka.

“Saya merasa 90 persen dari diri saya telah kembali. Putting merupakan aspek yang saya syukuri sepanjang pekan ini,” ujar Spieth.

Berdasarkan catatan PGA Tour, Spieth hanya memerlukan 23 putt untuk skor rendah 4-under 66, menemani 69 di putaran pertamanya. Pegolf 25 tahun itu pun mensyukuri puttnya dapat menghasilkan birdie dari jarak yang cukup panjang, 39 kaki dan 20 kaki.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

“Putt panjang itu menjadi bonus buat saya, karena rasanya kok mustahil,” tutur Spieth. “Saya kira, ini hal yang membangkitkan kepercayaan diri jelang akhir pekan nanti.”

Spieth tidak pernah finis Top-10 di PGA Tour setelah kalah di the Open 2018 saat memimpin putaran ketiga. Sejak saat itu, ia terus memperbaiki swing dan puttingnya untuk mencari Top-20 pertama di musim ini. Dari dua putaran di Bethpage Black, Spieth menampilkan 30 putt dari 10 kaki yang mengingatkan musim kejayaannya saat meraih 5 gelar PGA Tour pada 2015 lalu.

Namun, PGA Tour mengingatkan rerata skor yang dihasilkan Spieth terlihat kurang bersahabat baginya. Setelah 69,83 dan 68,33 strokes di dua putaran pembuka, Spieth terjungkal 71,67 di moving day dan 73,11 strokes saat putaran final.

“Saya perlu mengabaikan catatan masa lalu, karena saya meyakini permainan saat ini jauh lebih baik,” kata Spieth. “Selanjutnya, saya perlu memukul bola ke fairway lebih sering, karena hal itulah yang dilakukan Koepka.”

Pandangannya mengenai Grand Slam

Hanya perlu satu titel penyempurna, Spieth tak ingin terbebani untuk mencari gelar. Selisih yang cukup lebar dari Brooks Koepka menjadi salah satu perhatiannya.

“Saat ini saya tidak berpikir Grand Slam dulu. Saya merasa sudah lupa bagaimana rasanya bermain di pairing terakhir sejak memimpin the Open tahun lalu,” ujar Spieth. “Saya hanya mengincar skor bagus di moving day, agar tidak terpaut jauh hari Minggu nanti. Dan apapun hasilnya di final, saya puas dengan perjalanan saya selama ini untuk terus memperbaiki diri.”