AGolf.xyz- Festival Keraton dan Masyarakat Adat se-Asia Tenggara (FKMA) kembali digelar untuk yang kelima kalinya di kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur yang diselenggarakan pada 27-31 Oktober. Festival ini dihadiri dan dibuka oleh Presiden Jokowi pada hari Minggu (28/10) di depan Taman Adipura.

Festival ini diawali dengan kegiatan road show di lima keraton yakni Solo, Medan, Mempawah, Ternate dan Denpasar. Kegiatan ini dilaksanakan untuk menjaga tali silahturahmi antar keraton, serta meningkatkan warisan budaya bangsa. Selama festival berlangsung akan menampilkan berbagai pertunjukan kesenian, benda keraton, situs, kuliner dan obyek wisata yang menarik.

Dalam festival ini Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana mengenakan busana adat Jawa berwarna hitam dengan aksen motif emas. Keduanya diarak dengan kereta kencana. Selain Jokowi dan Iriana, kereta kencana lainnya ditumpangi oleh raja dan ratu masyarakat adat Asia Tenggara.

Jokowi membuka Festival Keraton dan Masyarakat Adat se-Asia Tenggara
Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Sumenep dipilih sebagai tuan rumah karena merupakan satu-satunya tempat dengan keraton yang masih utuh dan masih lestari hingga kini. Keraton Sumenep dibangun pada tahun 1781 dengan arsitek pembangunan keraton Lauw Piango, salah seorang warga keturunan Tionghoa. Di dalam keraton berisi peninggalan-peninggalan raja-raja Sumenep seperti pusaka, keramik, kamar raja, baju perang dan sebuah Al-Qur’an besar.

Konon Al-Qur’an ini ditulis tangan oleh Sultan Abburrachmand, penguasa negeri Sumenep tahun 1811-1854 Masehi. Ia hanya membutuhkan waktu satu hari satu malam untuk menyelesaikannya. Al-Qur’an berukuran 30×30 cm ini lengkap berisi 30 juz yang ditulis menggunakan kallam, sebuah alat tulis tempo dulu yang dibuat secara alami.

Selain bentuk keraton yang masih terjaga, Sumenep memiliki berbagai destinasi menarik yang bisa dikunjungi seperi pulau Giliyang. Pulau ini dikenal memiliki kadar oksigen terbaik kedua di dunia, selain itu pulau ini memiliki pantai yang bersih dan indah serta kondisi terumbu karang yang masih alami bisa dinikmati dengan snorkeling.

Acara Festival Keraton dan Masyarakat Adat se-Asia Tenggara (FKMA) juga dihadiri oleh sejumlah menteri kabinet kerja, Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, Kapolda Jawa Timur, Inspektur Jenderal Polisi Luki Hermawan dan Pandam V Brawijaya, Mayjend TNI Arif Rahman, ketua forum silaturahim keraton Nusantara, serta para raja dan tamu kehormatan lainnya dari dalam maupun luar negeri.