Volvik Race for the Card yang digaungkan Symetra Tour / Symetra Tour
Volvik Race for the Card yang digaungkan Symetra Tour / Symetra Tour

AGolf.xyz – Symetra Tour merupakan tur yang diciptakan sebagai ajang latihan dan berkompetisi para pegolf wanita menuju LPGA Tour. Setiap tahunnya, 10 pegolf dengan hadiah terbesar akan menggenggam kartu LPGA Tour untuk musim berikutnya. Musim ini, perjalanan panjang itu berakhir di Symetra Tour Championship, Minggu (6/10).

Dari ke-10 pegolf yang lolos ke LPGA Tour, berikut ini pencapaian mereka sepanjang musim 2019.

Perrine Delacour (Prancis) – USD125.042

Pegolf 25 tahun asal Paris itu dianugrahi Pemain Terbaik Symetra Tour 2019 dari 12 Top-15 sepanjang musim ini. Delacour yang kembali ke Symetra Tour setelah lulus 2013 lalu, meraih gelar Four Winds Invitational pada Juni lalu sebagai gelar profesional pertamanya. Gelar tersebut kembali bertambah dari Prasco Charity Championship tiga minggu berikutnya.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Kembalinya Delacour ke LPGA 2020 menjadi kali keenamnya di tur ini. Sepanjang kariernya, ia telah tampil di 68 turnamen LPGA dengan peringkat terbaik keempat di Kingsmill Championship 2015.

“Goal di awal musim akhirnya terjawab dengan kartu LPGA Tour 2020. Saya bangga dengan hasil ini, dan percaya proses akan membuahkan hasil yang baik tahun depan.”

Patty Tavatanakit (Thailand) – USD117.518

Membawa pulang penghargaan Rookie Terbaik, Patty Tavatanakit sebenarnya baru bergabung di Symetra Tour di Island Resort Championship bulan Juni lalu. Meskipun begitu, Patty langsung memetik dua gelar beruntun di Donald Ross Classic dan Danielle Downey Credit Union Classic, pada Juli.

Akhir Agustus, ia memetik gelar ketiganya di Sioux Falls GreatLIFE Challenge sebagai pemilik gelar terbanyak sepanjang musim ini. Patty juga memimpin sejumlah statistik penting seperti rata-rata skor 69,382 strokes, skor par-4 3,931 strokes, dan skor par-5 4,583 strokes.

“Mimpi yang jadi kenyataan bisa naik kelas ke LPGA Tour 2020. Keputusan menjadi profesional saat tur sudah sampai di tengah musim, bukan hal mudah untuk mengejar kompetitor lainnya. Tetapi, bisa menang sampai tiga gelar, saya merasa percaya diri untuk LPGA musim depan.”

Jenny Coleman (California) – USD104.840

Dari 23 turnamen yang disediakan Symetra Tour, Coleman memainkan seluruh turnamen tersebut dengan 13 Top-25 dan 9 Top-10. Tanpa gelar, Coleman mencapai peringkat kedua Danielle Downey Credi Union Classic, dan mencatatkan peringkat keempat dengan 244 birdie.

“Hasil musim ini memberikan kepercayaan diri untuk dapat memperbaiki hasil medioker LPGA dua musim lalu.”

Ssu-Chia Cheng (TWN) – USD99.232

Dari 22 penampilan di musim ini, Cheng hanya melewatkan satu akhir pekan saja. Dari 7 Top-10 yang berhasil ia bukukan, Cheng siap untuk kembali ke LPGA sejak mencobanya pada 2016 dan 2017 lalu. Semasa LPGA, Cheng sempat bergabung sebagai pemain UL International Crown 2016.

Kembali ke Symetra Tour, Cheng mencatatkan gelar profesional pertamanya di FireKeepers Casino Hotel Championship Agustus lalu. Sepanjang musim ini, Cheng memimpin sub-par hole berjumlah 260 hole dengan 9 eagle. Sedangkan dari sub-par round, ia membukukan 46 putaran under-par dari 70 putaran yang ia mainkan.

“Dipaksa kembali ke Symetra Tour selama dua musim, saya rasa ini buah dari kerja keras selama ini. Saya senang bisa kembali ke LPGA dan harus bekerja sebaik mungkin untuk tampil semakin baik musim depan.”

Jillian Hollis (Ohio) – USD98.044

Di tahun keduanya sebagai profesional, Hollin meraih dua gelar dari IOA Championship dan The Forsyth Classic. Bersama 4 Top-10 lain dan 10 Top-25, Hollis telah merasakan empat turnamen LPGA termasuk saat debut profesionalnya di US Women’s Open 2018. Ia juga sempat tampil di Canadian Pasific Women’s Open 2014 dan Marathon Classic 2016 dan 2018.

“Pencapaian yang begitu berharga bisa tiba juga di LPGA Tour. Terima kasih Symetra Tour, karena saya begitu antusias menyambut karier saya di tur yang baru.”

Julieta Granada (Paraguay) – USD94.343

Granada merupakan wakil Paraguay yang dihormati di LPGA. Pada 2005, Granada tiba di LPGA setelah dipindahkan ke LPGA Qualifying Tournament, karena menempati peringkat 7 Symetra Tour Order of Merit. Meraih kartu LPGA dari T.6 di Q-School, Granada mengakhiri musim dengan trofi USD1 juta di ADT Championship.

Granada yang musti kembali ke Symetra Tour, menempa dirinya dengan satu Miss CUT saja dari 19 turnamen musim ini. Dalam 18 putaran terakhir, ia menjaga kartu skornya terbebas dari over-par.

“Sepanjang tahun ini saya mengajari diri saya untuk terus belajar dan membangun kepercayaan diri. Saya puas melihat hasilnya, dan senang sekali ini menjadi langkah yang solid sebelum kembali ke LPGA Tour tahun depan.”

Leona Maguire (Irlandia) – USD92.517

Memiliki segudang prestasi semasa amatir, termasuk tiga tahun beruntun sebagai No.1 dunia, Leona Maguire memainkan debut Symetra Tour di Forsyth Classic 2018. Dari 23 turnamen sejak saat itu, Maguire lolos CUT di 23 turnamen dan meraih dua gelar di Windsor Golf Classic dan Symetra Classic.

“Kartu ini sangat berarti buat saya, karena harus melewati waktu yang sangat panjang untuk mencapainya. Saya cukup beruntung bisa meraih dua gelar di awal musim, sehingga memudahkan saya hingga akhir musim. Saat akhirnya aman ke LPGA, saya tidak sabar untuk memainkan turnamen pertama sebagai anggota.”

Robynn Ree (California) – USD90.518

Dua gelar beruntun di The CDPHP Open dan PHC Clasic pada Juli-Agustus, menjadi musim yang indah bagi lulusan Universitas Southern California itu. Merasakan Symetra Tour secara full-time, Ree bertemu 19 akhir pekan dengan 16 Top-25 untuk kembali ke LPGA yang pada 2018 didapatnya melalui Q-School.

Sebagai rookie LPGA, Ree memainkan 21 turnamen dengan peringkat terbaik T.9 di Cambia Portland Classic.

“Saya tidak menyangka musim 2018 berakhir dengan cepat dan saya bisa kembali ke LPGA lagi. Teman-teman saya memberi selamat, padahal saya sendiri mengira masih ada turnamen lanjutan setelah Symetra Tour Championship. Semoga saja, LPGA 2020 memberikan hasil yang jauh berbeda untuk saya.”

Esther Lee (California) – USD87.360

Dalam dua tahun terakhir, Lee menunjukkan konsistensi yang ciamik dengan 14 Top-10 dan 23 Top-25 dari 35 penampilan di Symetra Tour. Namun, baru kali ini ia dapat pergi ke LPGA dengan 4 peringkat ketiga dan satu runner-up yang memberikan USD48 ribuan.

“Terbayar juga hasil dua tahun ini. Rasanya sangat menyenangkan dan saya siap dengan tantangan baru di LPGA tahun depan.”

Mind Muangkhumsakul (Thailand) – USD81.046

Memilih mundur dari turnamen terakhir Symetra Tour Championship, Mind menjadi pegolf terakhir yang bergabung di LPGA dengan unggul USD8-ribuan dari pegolf Amerika, Kyung Kim. Mind memiliki 3 runner-up dan 9 Top-15 untuk kembali ke LPGA setelah musim 2018 melalui Q-School.

“Saya sangat antusias untuk LPGA musim depan, dan senang sekali bisa kembali ke tur ini. Saya akan kembali ke Thailand untuk berlatih secara serius demi mewujudkan mimpi saya masuk Top-10 pertama saya di sana.”