Senin, Desember 10, 2018

Label: Taspen

AGolf- PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mendukung implementasi transformasi layanan digital berbasis teknologi informasi PT. Taspen (Persero) dalam memberikan pelayanan pembayaran pensiun. Sebagai wujud nyata dukungan tersebut, dilaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Bank BRI dengan PT. Taspen terkait Digitalisasi Pelayanan Pembayaran Pensiun oleh Direktur Utama Bank BRI Suprajarto dan Direktur Utama Taspen Iqbal Latanro. Digitalisasi Layanan Pembayaran Pensiun...
AGolf- Sepanjang 2017, TASPEN membukukan laba sebesar Rp721,73 miliar, atau tumbuh 192 persen dibandingkan capaian laba di tahun 2016 dengan persentase pencapaian target RKAP sebesar 105 persen. Aset TASPEN tercatat sebesar Rp230,38 Triliun atau tumbuh 16 persen dibandingkan tahun 2016. Pertumbuhan aset TASPEN di tahun 2017 ini mengungguli pertumbuhan aset industri asuransi dan BPJS sebesar 6,5 persen (Laporan Triwulan III...
AGolf- BRISyariah kembali dipercaya oleh PT. Taspen (Persero) untuk memberikan layanan kepada para pensiunan. BRISyariah melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama dengan PT. Taspen (Persero) dalam hal penerapan jasa layanan perbankan syariah tentang Pembayaran Tabungan Hari Tua, Pensiun, Jaminan Kecelakaan Kerja, dan Jaminan Kematian melalui Rekening Bank yang bertujuan untuk memberikan kemudahan bertransaksi bagi PT. Taspen (Persero). Acara penandatangan perjanjian kerjasama ini...
AGolf- PT Taspen akan menambah kepemilikan saham atas anak usahanya yang merupakan perusahaan patungan antara PT Bank Mandiri Tbk, PT Taspen dan PT Pos Indonesia yaitu PT Bank Mandiri Taspen Pos atau Bank Mantap. Hal ini dilakukan untuk mendorong berkembangnya layanan dan produk keuangan Bank Mantap mulai dari simpanan, pinjaman, hingga produk investasi dan jasa keuangan lainnya. "Pembelian saham tersebut sudah...
AGolf – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menyematkan peringkat idBBB+ untuk PT Bank Kesejahteraan Ekonomi (Bank Kesejahteraan). Bank berkode emiten BNKE ini juga mendapatkan peringkat idBBB- untuk Obligasi Subordinasi I/2016 yang diterbitkan Rp 170 miliar. Mengutip keterangan resmi pada Rabu, peringkat obligasi subordinasi tersebut berada dua tingkat di bawah peringkat bank karena adanya klausul non-viability, yang mencerminkan risiko dari obligasi ini...