Direksi BRI di Paparan Kinerja Kuartal III 2016
Direksi BRI di Paparan Kinerja Kuartal III 2016
Direksi BRI di Paparan Kinerja Kuartal III 2016

AGolf – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) tahun depan menargetkan pertumbuhan kredit di kisaran 15 persen. Pejabat bank menyebutkan, untuk kredit segmen UMKM penyaluran diprediksi 20 persen.

Direktur utama BRI Asmawi Syam mengungkapkan, target pertumbuhan pada 2017 tak jauh berbeda dengan target tahun ini. “Target sama dengan tahun ini, kami mau kualitas kredit yang baik,” ujar Asmawi di Jakarta.

Dia juga mengungkapkan, BRI berkomitmen untuk menjaga tingkat rasio kredit bermasalah atau Non performing loan (NPL) di angka yang tetap rendah.

Selain itu, BRI juga berencana untuk menjajaki kredit korporasi dan infrastruktur seperti proyek pembangunan pembangkit listrik, pembangunan transmisi di Sumatra dan proyek turunannya. Kredit akan diberikan melalui skema sindikasi dengan institusi dan perbankan lain.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Kuartal III 2016 mencatatkan laba bersih Rp 18,6 triliun dengan earning per share (EPS) Rp. 1.006,5. Pejabat bank menyebutkan banyak faktor utama yang mendorong raihan laba bersih kuartal III tahun ini.

Sementara itu, dari sisi portofolio kredit, total yang sudah disalurkan oleh Bank BRI tumbuh sebesar 16,3 persen yoy menjadi sebesar Rp. 603,5 triliun atau di atas rata-rata pertumbuhan industri sebesar 6,8 persen yoy (data Statistik Perbankan Indonesia periode Agustus 2016), dimana kenaikan penyaluran kredit terjadi di semua segmen kredit.

Sedangkan untuk kredit mikro yang selama ini menjadi core business Bank BRI, tercatat masih menjadi mesin pendorong utama pertumbuhan kredit. Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, kredit mikro yang disalurkan Bank BRI tumbuh 20,3 persen dari sebesar Rp. 170,2 triliun menjadi 204,8 triliun, dengan jumlah nasabah yang juga tumbuh secara signifikan, yakni dari 7,6 juta nasabah menjadi 8,6 juta nasabah.

Sedangkan jika dijumlahkan dengan segmen Kecil dan Menengah sehingga menjadi segmen Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), maka kredit yang disalurkan mencapai Rp. 435,2 triliun atau tumbuh sebesar 14,8 persen yoy, dengan komposisi penyaluran kredit ke segmen tersebut sebesar 72,1 persen dari seluruh penyaluran kredit.