AGolf.xyz- Bunga sakura Jepang yang memukau wisatawan dari seluruh dunia ketika mekar biasanya ditemui di musim semi. Tetapi siapa pun yang merencanakan perjalanan ke Jepang saat ini akan mendapatkan bonus tak terduga. Kondisi cuaca ekstrem, termasuk dua topan baru-baru ini, telah menyebabkan bunga berwarna merah jambu ini bermekaran beberapa bulan lebih cepat dari jadwal.

Daun pada pohon sakura biasanya mengeluarkan hormon untuk mencegah mereka berbunga lebih cepat. Dilansir dari Lonely Planet, Rabu (24/10), Hiroyuki Wada dari Asosiasi Bunga Jepang mengatakan badai ganas membuat dedaunan rontok, dikombinasikan dengan cuaca luar biasa baik yang mengikutinya, menyebabkan mereka mekar secara prematur. Ini telah terjadi di ratusan lokasi di seluruh negeri.

Situs web Weathernews telah menerima lebih dari 350 laporan tentang bunga prematur, dimulai di Kyushu dan berlanjut ke utara ke Hokkaido. Berbicara pada penyiar umum NHK, Hiroyuki Wada mengatakan bahwa sementara pohon yang terkena dampak tidak akan mekar untuk kedua kalinya ketika musim semi tiba, sebagian besar bunga Jepang akan berbunga seperti biasa.

Mengagumi sakura adalah adat Jepang yang dicintai, dan begitu mereka mekar, orang berduyun-duyun ke taman dan alun-alun untuk hanami (melihat bunga sakura). Ini wajar karena bunga ini hanya bertahan satu atau dua minggu, sehingga Japan Meteorological Corporation bahkan merilis prakiraan bunga sakura tahunan untuk membantu penduduk setempat dan pengunjung memanfaatkan momen ini. Badan ini mengeluarkan meramalkan tanggal berbunga dan mekar pada penelitian yang sudah ada, mekar sebelumnya, dan suhu dari musim gugur dan musim dingin, tetapi jelas peristiwa cuaca ekstrem membuat jadwal ini kacau.