Bangkok, Thailand/ Istimewa

AGolf.xyz– Thailand telah memutuskan untuk membuka diri bagi wisatawan. Pada akhir September, calon pelancong ke Thailand sangat gembira mendengar berita bahwa Thailand melonggarkan perbatasannya dan mengizinkan orang mengajukan visa untuk mengunjungi negara itu, yang sebelumnya telah diisolasi dan telah menutup semua perbatasannya.

Namun, setelah diteliti, banyak yang kecewa mengetahui bukti finansial yang harus mereka tunjukkan untuk mendapatkan visa. Persyaratan sebelumnya menyatakan bahwa mereka yang ingin mengajukan visa turis 60 hari harus memberikan laporan bank dalam enam bulan terakhir yang menunjukkan setara dengan 500.000 baht, atau sekira Rp234 jutaan, bersama dengan sejumlah besar persyaratan lain.

Pengumuman itu disambut dengan reaksi yang signifikan oleh calon wisatawan di media sosial. Mendapati respons tersebut, Thailand yang selama ini dikenal di seluruh dunia sebagai tujuan yang ramah anggaran nampaknya mengoreksi kebijakan tersebut.

Setelah persyaratan terdaftar di situs web mereka, pengguna media sosial mulai secara tentatif membagikan tangkapan layar persyaratan masuk di situs web konsulat lokal mereka yang menunjukkan persyaratan 500.000 baht di bank telah dihapus.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Saat ini, konsulat Thailand di Los Angeles mencantumkan persyaratan sebagai “USD700 per orang, dan USD1.500”, sementara kedutaan London dan kedutaan Berlin tidak menyebutkan jumlah tertentu yang diperlukan di bank untuk mendapatkan visa.

Sementara penghapusan persyaratan visa ini telah diterima dengan hangat oleh banyak orang, masih ada rintangan lain yang harus diselesaikan untuk mendapatkan akses ke Thailand, seperti memiliki asuransi perjalanan senilai USD100.000, mendapatkan Sertifikat Masuk, dan mengonfirmasi masa tinggal di salah satu hotel karantina yang ditunjuk di Thailand.