Trofi Thailand Open yang diperebutkan 144 pegolf pekan ini / Asian Tour
Trofi Thailand Open yang diperebutkan 144 pegolf pekan ini / World Sport Group

AGolf.xyz – Turnamen nasional Thailand Open mencari pegolf pertama yang mampu mempertahankan gelar, sejak diadakan mulai 1965. Panuphol Pittayarat yang menang 13-under par 267 tahun lalu, memiliki kesempatan itu saat putaran pertama akan dimulai di Thai Country Club, mulai Kamis (7/11) hari ini.

“Saya sangat antusias dan ingin mempertahankan gelar yang saya dapatkan tahun lalu. Saya masih ingat dengan jelas bagaimana putt saya menjadi aspek terpenting untuk memenangi gelar ini, dan saya ingin melakukannya satu kali lagi,” komentar Pittayarat.

Pittayarat yang menang satu stroke dari rekannya Poom Saksansin, telah memiliki satu Top-10 dan 3 Top-20 di musim ini. Berada di peringkat 27 Order of Merit, Pittayarat menjaga konsistensinya untuk terus masuk batas maksimum Top-60 sejak mendapatkan kartu Asian Tour 2011 silam.

“Permainan saya sedang oke, meskipun bukan yang terbaik selama ini,” ucapnya.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone
Joohyung Kim dengan gelar Pakistan Open 2019 / ADT
Joohyung Kim dengan gelar Pakistan Open 2019 / ADT

Pittayarat dan Thailand akan ditantang pegolf dari luar negaranya, yang terakhir kali ditorehkan K.T. Kim pada 2015. Pegolf Korea lainnya, Joohyung Kim tengah membukukan hasil terbaiknya di tahun ini.

Sebagai pegolf termuda di antara 144 pegolf pekan ini, Kim yang berusia 17 tahun baru saja memenangi gelar ketiganya di Asian Development Tour, di RAYA Pakistan Open dua minggu lalu. Gelar penuh dominasi itu, memastikannya bergabung ke Asian Tour 2020 berdasarkan ranking Order of Merit yang mensyaratkan Top-7.

“Ini Thailand Open kedua saya, dan saya telah melewati tahun yang luar biasa di ADT. Bebagai gelar bagus di sana, membuat saya menikmati beberapa undangan ke Asian Tour sebelum memastikan keanggotaan full-time tahun depan,” komentar Kim.

Kim yang melewatkan Asian Tour Q-School akhir tahun 2018 lalu, memutuskan melatih dirinya di ADT. Tak sia-sia, ia meraih dua gelar lain di PGM ADT Championship dan Ciputra Golfpreneur untuk memuncaki Order of Merit dengan USD59.451.

“Setelah gelar di Pakistan, saya beristirahat dua minggu untuk mengembalikan mood permainan saya,” ujar Kim. “Saya cukup mengenal lapangan ini dan pernah memainkannya beberapa kali. Saya rasa, turnamen ini meningkatkan kepercayaan diri saya.”

Thailand Open seperti dua edisi terakhir, menjadi turnamen pembuka Panasonic Swing. Layaknya FedExCup dan Race to Dubai, turnamen ini menawarkan poin dengan hadiah USD150.000 kepada tiga pegolf pemilik poin terbesar. Selain Thailand, turnamen di India, Indonesia, Malaysia, dan Jepang juga memberikan poin itu.