en.wikipedia.org

AGolf.xyz- The Lotus Temple adalah rumah ibadah agama Baha’i yang didedikasikan pada bulan Desember 1986 yang terletak di tengah 26 hektar taman di Jalan Kuil Lotus di Bahapur, dekat Nehru Place, di Delhi Selatan, India. Bangunan ini terkenal karena bentuknya yang seperti bunga, serta arsitekturnya yang tidak biasa dan menjadi daya tarik yang menonjol di kota.

The Lotus Temple ini seperti museum, dengan banyak informasi dan pemahaman yang lebih dalam tentang agama Baha’i dalam bentuk foto dan teks yang dipajang, serta film pendek penuh wawasan yang diputar setiap 20 hingga 30 menit. Kuil ini berbentuk lingkaran dengan sembilan sisi dan sembilan pintu masuk. Angka sembilan diyakini dengan kesempurnaan. Kuil ini juga dikelilingi oleh sembilan kolam.

Ada 27 dari “kelopak” di kuil ini yang terbuat dari beton dan dilapisi oleh pualam. Desain lotus dipilih karena dianggap sangat penting bagi banyak agama di dunia, termasuk Islam, Jainisme, Budha, dan Hindu. Bangunan ini tidak memiliki pilar, dan memiliki 2.500 tempat duduk dengan atap kaca yang memungkinkan cahaya alami masuk.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Kuil ini diperkirakan didatangi oleh 15.000 pengunjung setiap harinya. Ajaran iman Baha’i juga menjadi daya tarik pengunjung. Agama yang berasal dari Iran ini mempromosikan kesatuan dan bertujuan untuk menciptakan persatuan dunia dengan menghilangkan semua prasangka termasuk ras dan gender. Agama ini memiliki jumlah penganut sepertiga dari 6 juta pengikut agama yang tinggal di sana.

Agama Baha’i adalah agama yang relatif baru dan tumbuh dari Islam Syiah pada pertengahan abad ke-19. Ketika Iran mengalami ketidakstabilan dan gejolak yang meluas, seorang saudagar berusia 24 tahun bernama Siyyid Ali Muhammad Shirazi mengaku sebagai utusan dari Tuhan dan keturunan langsung Nabi Muhammad. Dia menyebut dirinya The Bab (The Gate) dan mulai menyebarkan pesan revolusioner yang membuka jalan bagi dasar iman Baha’i. Poin utamanya adalah bahwa seorang nabi baru akan muncul setelah dia untuk mengubah umat manusia.

Tujuan dari iman Baha’i membangun rumah ibadah ini adalah menjadi pusat dari komunitas dan kegiatan agama tersebut, dimana setiap orang dipersilahkan datang dan terhubung dengan Tuhan tanpa memandang agama. Iman Baha’i memang memiliki kitab suci tersendiri, namun ia percaya bahwa ajaran agama dari semua “nabi” adalah sah dan memiliki kesatuan agama yang mendasar.

Kompleks kuil ini buka setiap hari, kecuali hari Senin, dari jam 9 pagi hingga matahari terbenam atau jam 5.30 malam. Lalu selama musim dingin, dari Oktober hingga akhir Maret. Dan di musim panas, dari April hingga akhir September hingga jam 7 malam.

Tidak ada biaya dan sumbangan jika ingin mengunjungi tempat ini. Semua orang dipersilahkan mengunjungi Kuil ini. Karena popularitas tempat ini yang semakin meningkat sebagai daya tarik wisata, sehingga tempat ini menjadi sangat ramai. Khususnya di akhir pekan dan hari libur nasional. Perhatikan juga bahwa anak-anak di bawah usia 12 tahun tidak diizinkan masuk.