PGA Tour 2K21 dengan poster Justin Thomas / PGA Tour
PGA Tour 2K21 dengan poster Justin Thomas / PGA Tour

AGolf.xyz – Justin Thomas menganggap kekalahan bisa menjadi pelecut untuk memperbaiki diri di turnamen berikutnya. Tiga minggu lalu di Workday Charity Open, Thomas menyia-nyiakan keuntungan tiga strokes yang dimilikinya sebelum putaran final di Muirfield Village.

Sayangnya, Collin Morikawa berhasil memaksakan sudden-death Playoff dengan 66 saat keduanya dipasangkan di flight terakhir. Melakoni tiga Playoff yang panjang, Thomas menyerah ketika tee shotnya tidak tertolong lagi saat panitia mengubah Playoff ke hole 10. Morikawa menghasilkan gelar keduanya selain Barracuda Championship 2019.

Tiga pekan berselang, pegolf 27 tahun 3 bulan dan 4 hari itu menundukkan Brooks Koepka untuk merayakan gelar ke-13 di PGA Tour. Rekor termuda ketiga setelah Tiger Woods dan Jack Nicklaus ini, dimulai dari peringkat kelima di awal putaran final.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Sebelumnya, Thomas tidak pernah mendapatkan gelar PGA Tour dari posisi serendah itu. Mengejar empat strokes dari Brendon Todd, menjadi comeback terbesarnya di antara seluruh gelar PGA Tour miliknya.

Di saat Todd tak lagi mampu mempertahankan posisinya, Thomas merangsek ke peringkat atas dan bertarung sengit melawan Koepka di pertengahan putaran. Saling bertukar tempat pertama, Thomas menutup 72-hole dengan 13-under par 267 dan unggul tiga strokes dari Koepka, Phil Mickelson, Daniel Berger, dan Tom Lewis.

β€œSaya punya pengalaman yang cukup minim jika mengejar dari posisi tertinggal di putaran final. Saya anggap ini pertarungan yang sangat seru dan gelar ini berarti buat saya,” komentar Thomas. β€œSaya banyak belajar dari kegagalan kemarin, salah satunya dengan membuat birdie yang banyak di front nine.”

Terdapat empat birdie yang berhasil dicetak Thomas di front nine, untuk memastikan tempat pertama dengan unggul satu stroke dari Koepka. Sempat menyerahkan pucuk klasemen akibat bogey di 13, Thomas meninggalkan lapangan dengan 2 birdie di empat hole terakhirnya.

Gelar ini menjadi catatan ketiga di musim 2019/2020 ini. Sebelumnya, ia telah meraih CJ CUP di Korea dan Sentry Tournament of Champions awal tahun ini. WGC juga bernilai 700 poin yang mempertegas posisinya di puncak FedExCup, dan kembali ke No.1 dunia menggusur Jon Rahm.