AGolf– Tim Indonesia memastikan satu medali emas dari lintasan atletik pada hari ketiga Invitation Tournament yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta. Medali emas diperebutkan tiga atlet lompat galah yang berlaga di final, Selasa (13/2/2018).

Tiga atlet lompat galah yang berlaga di final adalah wakil Indonesia yaitu Idan Fauzan Richsan, Dedi Irawan, dan Teuku Tegar Abadi. Oleh karena itu, siapa pun di antara mereka yang menjadi nomor satu, medali emas sudah pasti milik Indonesia.

Dikutip dari situs resmi Asian Games 2018, pada hari ketiga lomba di cabang atletik, dari delapan nomor final Indonesia hanya turun di tiga nomor saja. Nomor-nomor final lain yang tidak melibatkan atlet Indonesia adalah lompat jangkit, lempar lembing putri yang diikuti dua atlet, yakni Sri Lanka dan Taiwan, dan nomor lari 200 meter putra.

Selain lompat galah, Wahyudi Putra turun di nomor 5.000 meter putra bersaing dengan pelari Jepang, India, dan Sri Lanka.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Di nomor ini, Jepang menurunkan Takanori Ichikawa, sementara India turun atas nama Lakshmanan Govindan, sedangkan Sri Lanka menurunkan atlet Pushpalrumara RMS. Di antara para pesaingnya, Wahyudi tergolong paling muda dengan usia 20 tahun. Dua pesaingnya dari Jepang dan India sama-sama berusia 28 tahun.

Satu nomor lagi yang melibatkan atlet tuan rumah adalah di nomor lari 200 meter putri. Ulfa Silpiana dari Indonesia bersaing dengan pelari Malaysia Zaidatul Husniah Zulkifli dan pelari India Hima Das. Ulfa akhirnya bisa maju ke final dan meraih perak setelah kalah dari Hima Das dari India.

Ironisnya, nomor lontar martil putra dan lari 5.000 meter putri hanya diikuti satu atlet saja dan otomatis meraih medali emas. Di nomor lontar martil putra misalnya, atlet Malaysia Siew Cheer Jackie Wong bermain sendirian layaknya sedang latihan.

Begitu juga di nomor lari 5.000 meter putri. Pelari India Suriya Loganathan memastikan diri meraih medali emas karena tampil sendirian.