AGolf.xyz Tomo Koizumi, desainer asal Jepang berhasil memikat para tamu undangan di New York Fashion Week (NYFW) dengan deretan busana magis berwarna-warni. Tomo Koizumi merupakan desainer kostum Jepang menghadirkan koleksi busana tulle yang mempesona pada gelaran NYFW yang berlangsung pada Jum’at (8/2) di Marc Jacobs Madison Avenue store.

Sang desainer Tomo Koizumi menujukkan keahliannya merancang busana dalam NYFW dengan deretan parade gaun seperti awan berjalan dalam warna-warna indah. Selain gaun yang memukau sejumlah model dan aktris ternama membawakan gaun ini di runway, seperti Gwendoline Christie dan Rowan Blanchard, Bella Hadid, Emily Ratajkowski, Joan Smalls dan Karen Elson.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Tomo Koizumi menampilkan 28 gaun tulle indah yang terinspirasi oleh dualitas Sailor Moon yang lembut dan kuat. Dilansir dari profil WWD, Tomo Koizumi merupakan seorang desainer kostum otodidak dari Tokyo dan hanya bekerja dengan satu asisten. Ia berhasil debut untuk pertama kalinya berkat Katie Grand, yakni seorang pemimpin redaksi Love Magazine. Katie Grand mengirim pesan kepada Koizumi dan menawarkan untuk debut pertama kalinya di NYFW.

View this post on Instagram

Did anyone else fall in love with @tomokoizumi after seeing pics of his debut show at NY fashion week? As I clicked through the slideshow, my smile kept getting bigger and bigger, each fluffy neon garment more magical than the last. ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ Says @vogue: ‘Each piece is made from Japanese polyester organza—better than tulle, he says, because it holds color better. Koizumi uses over 400 colors of Japanese organza, making the ruffles first and then machine sewing the ruffles together to create a garment. The average piece, he estimates, uses somewhere between 50 and 80 meters of fabric. The biggest uses 200 meters. “For me, it’s like ruffle armor for girls,” he says. “I grew up watching Sailor Moon and this kind of magical girl is one of my big inspirations.”’ ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ I love the notion of ruffles as armor, a feminine device for maintaining the boundaries of personal space. It seems to me what a superhero might wear, if her (not-so-)secret power were joy.

A post shared by The Aesthetics of Joy 🎈 (@aestheticsofjoy) on

“Kami tahu apa yang akan terjadi setiap musim atau apa prosesnya. Cukup menyenangkan melakukan sesuatu secara spontan dan menit terakhir,” kata Tomo Koizumi dilansir dari WWD. “Kami sangat sadar akan gambar, televisi dan film yang dapat menjadikan koleksi kami populer dengan cepat. Hal ini dapat mempersingkat waktu yang sedang terjadi saat ini, tetapi saya tidak mudah mengikutinya.”

“Di mana saya dapat menghabiskan enam bulan untuk persiapan hingga pembuatan sebuah karya. Namun hanya dibutuhkan waktu kurang dari 30 detik untuk menampilkan atau memposting gambar hasil karya Anda di media sosial,”tambahnya.