Danny Masrin dan peluangnya ke Asian Tour 2020 / AGolf Design
Danny Masrin dan peluangnya ke Asian Tour 2020 / AGolf Design

AGolf.xyz – Pegolf Indonesia Danny Masrin, mencetak rekor pribadinya dengan menduduki peringkat ketujuh Yeangder Tournament Players Championship, Minggu (8/9). Turnamen yang sempat menghadiahinya tiga Miss CUT sejak 2016, diubahnya dengan Top-10 pertama tidak hanya di turnamen, tetapi juga Asian Tour.

Ini menjadi rekor tertinggi yang pernah dicapai Masrin sejak T.12 di SMBC Singapore Open. Satu Top-15 lainnya, lebih dulu didapat di Bank BRI-JCB Indonesia Open 2016 dengan T.14.

Mengawali pekan turnamen berhadiah USD500 ribu ini dengan 67, skor tersebut menjadi yang terendah di Linkou International Golf and Country Club, Taiwan. Selamat dari CUT dengan tambahan 1-under 71, Masrin melejit di akhir pekan melalui sepasang 68-68. Dengan skor total 274, Masrin hanya terpaut satu stroke dari rekor pribadi 273 yang dibuatnya di Sarawak Championship bulan lalu.

Atas prestasinya ini, Masrin diganjar USD14.250 sebagai cek terbesar ketiga yang pernah ia terima dari Asian Tour. USD20.700 masih menjadi yang terbesar saat finis T.36 di Maybank Championship berhadiah total USD3 juta.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone
Peluang Kartu 2020
Asian Tour Q-School
Plakat Kepemilikan Anggota Asian Tour 2019 / Asian Tour

Hadiah tambahan yang diterima di Taiwan, sangatlah krusial untuk meraih kartu Asian Tour yang secara resmi belum dimilikinya. Selama ini, Masrin telah berusaha untuk mendapatkan kartu melalui Q-School Final Stage. Dari 2016, ia selalu mencobanya dan berkali-kali juga dihentikan Miss CUT 36-hole.

Tahun ini, setelah dua Miss CUT di SMBC Singapore Open dan New Zealand Open, Masrin mendapat kesempatan Maybank Championship melalui exemption “perwakilan Indonesia”. Berbekal 69-68 di dua putaran pertama, Masrin sempat menebar sensasi dengan peringkat kedua yang ia duduki. Sayangnya, ia kolaps di akhir pekan dengan 76-71.

Penampilan itu membawanya ke berbagai turnamen dengan hasil ciamik. Dari empat turnamen, Masrin melibas seluruh turnamen tanpa satu CUT pun. Suatu pencapaian yang baru kali ini dilakukannya. Hanya T.29 di Pondok Indah Golf Course, Jakarta, sebagai catatan terburuknya saat lolos CUT tahun ini.

Dengan total USD45.603,27 yang telah ia terima, Masrin kini berada di urutan 42 dalam daftar Order of Merit. Di caturwulan terakhir 2019 ini, peluang masih terbuka lebar untuk memperebutkan Top-60 hingga akhir musim.

Gelar tentu menjadi hal mutlak Masrin jika ingin meraih kartu Asian Tour secara otomatis. Tetapi, beberapa Top-10 lain sangat mungkin membuatnya bergabung dalam keluarga Asian Tour.

Tetapi, Masrin perlu mewaspadai turnamen saat memasuki bulan ber-ber-ber. Dari 2016, terdapat 6 Miss CUT dengan satu Top-15 saja. Di luar T.14 Bank BRI-JCB Indonesia Open, raihan terbaik berikutnya didapat Masrin dari Indonesia Open 2017 dengan T.21.

OWGR
Seluruh poin OWGR yang didapat Masrin Tangkapan layar OWGR
Seluruh poin OWGR yang didapat Masrin / Tangkapan layar OWGR

Masuk Top-10, Masrin mendapatkan 2,52 poin Official World Golf Ranking (OWGR) yang mengembalikannya ke No.805 dunia. Bagi Masrin, ini menjadi poin terbesar ketiga yang ia raih setelah 2,98 poin di SMBC Singapore Open dan 2,70 di turnamen Asian Development Tour, Richard Mille Brunei Championship dengan T.4.

Poin tersebut menambah total poinnya menjadi 5,21 poin sepanjang kalender 2019 ini. Tidak jauh berbeda dari 7.09 poin pada tahun lalu, di saat Masrin menempati peringkat terbaiknya di No.790 dunia.

Kedua poin ini mungkin saja menjadi pijakan awal untuk segera bergabung di Asian Tour 2020, sekaligus memenuhi ambisi Indonesia yang ingin melihat pegolfnya di Olimpiade Tokyo 2020.

Mungkinkah kedua hal itu terjadi? Kita tunggu saja.