Selasa, September 28, 2021

Tujuh Pegolf Rebutan Perunggu, Xander Ambil Emas

AGolf.xyz – Mengambil puncak klasemen dengan 63 di paruh turnamen, Xander Schauffele mengakhiri akhir pekan di Kasumigaseki Country Club dengan medali emas Olimpiade Tokyo 2020, Minggu (1/8). Xander yang memulai putaran final dengan unggul satu stroke, menahan skor agresif Rory Sabbatini yang mencetak rekor Olimpiade 61.

Rory yang bertanding 7 flight di depannya, mengawali enam hole pertama dengan tiga birdie dan eagle. Setelah sepasang birdie-bogey, wakil Slovakia itu kembali bermain brilian dengan empat birdie di lima hole pertama back nine. Usai bogey-birdie lain di 16-17, Rory menutup hole 18 dengan birdie dan menunggu flight berikutnya dari skor 17-under par 267.

Ketika Xander turun ke lapangan bersama Hideki Matsuyama dan Paul Casey, peraih empat gelar PGA Tour itu memulai dua hole pertama dengan back-to-back birdie. Dua birdie lain di penghujung front nine, menyelamatkan dirinya di 18-under. Di back nine, dia mengembalikan bogey di 14 dengan birdie putt 6 kaki di 17 untuk memastikan kemenangan satu stroke untuk Tim Amerika.

“Saya berusaha sebaik mungkin untuk menahan tekanan Rory hari ini. Ketika akhirnya birdie putt di 17 selesai saya buat, tekanan yang terasa sangat berat seperti terangkat begitu saja. Senang rasanya bisa meraih medali emas di turnamen ini,” komentar Xander.

Bagi Amerika Serikat, ini menjadi medali emas kedua sepanjang helatan golf di Olimpiade selain Paris 1900. Kalah dari pegolf Kanada di final 36-hole match-play empat tahun berikutnya, golf perlu menunggu 112 tahun lamanya untuk kembali ke Rio de Janeiro 2016. Di sana, Amerika hanya memperoleh medali perunggu.

Xander yang mencatatkan skor terendah sepanjang sejarah golf di Olimpiade, mengikuti tradisi para penerima medali dengan menggigit medali saat difoto.

Medali perunggu diperebutkan oleh 7 (tujuh) pegolf, yang saling membukukan 15-under par 269. Hideki dan Casey yang bermain di flight terakhir, hanya menambah 2-under 69 di kartu skornya dengan lima birdie dan tiga bogey. Hideki yang bertujuan mengawinkan Asian Amateur Championship 2010 di lapangan ini dengan medali Olimpiade, tidak memiliki tambahan birdie di tiga hole terakhir.

Casey yang meneruskan mandat Justin Rose, peraih emas Rio 2016, hanya mengakhiri back nine dengan dua pasang bogey dan birdie. Alih-alih keduanya berduel memperebutkan medali perunggu, terdapat lima pegolf tambahan yang tampil dengan skor lebih baik.

Collin Morikawa, Rory McIlroy, Mito Pereira, C.T. Pan, hingga Sebastian Munoz ikut dalam perburuan medali terakhir, perunggu. Pan dan Morikawa menjadi pencetak skor 63 di final, sedangkan Rory, Pereira, dan Munoz mendapat 67 di putaran final ketiganya.

Sesuai ketentuan Olimpiade. Tidak hanya pegolf dengan skor terendah yang mendapatkan medali (trofi di turnamen reguler maupun mayor), tetapi apabila ada skor yang sama hingga peringkat ketiga atua perunggu wajib ditentukan melalui sudden-death Playoff. Formula Playoff akan menggunakan hole 18, 10, 11, dan terus berulang hingga diketahui pemenangnya.

Di kesempatan pertama yang memisahkan ketujuh pegolf dalam dua grup, Casey dan Hideki saling terusir karena skor bogey. Hideki yang gagal menuntaskan birdie putt 12 kaki di hole 72, tidak dapat membuat par ketika kembali ke hole 18.

Setelah penyaringan pertama, kelima pegolf saling membuat par di hole 10 par-3. Saat berpindah ke hole 11 par-4, Pan dan Morikawa menjadi dua pegolf yang mampu menghasilkan birdie untuk berduel kembali di hole 18. Di sana, Pan mengunci podium terakhir ketika Morikawa gagal membuat par.

Ini menjadi medali pertama untuk seorang pegolf pria asal Asia di Olimpiade. Sedangkan bagi Rory, dia cukup diuntungkan dengan mengganti kewarganegaraan sesuai tempat kelahiran istrinya, akhir 2018. Perpindahan ini, memberikan kesempatannya bertanding ke Olimpiade sekaligus memenuhi ambisinya untuk menyebarkan golf di negara barunya ini.

Bagi Tim Slovakia, ini menjadi medali ketiga sepanjang helatan Tokyo 2020, selain emas di menembak nomor women’s trap dan perak men’s kayak. Golf menjadi cabang olahraga ketujuh yang memberikan medali untuk Slovakia sejak keikutsertaan pertama negara ini pada 1996, sebagai negara independen. Kano (slalom maupun kayak) merupakan cabang olahraga penghasil medali terbanyak dengan 19 keping. Delapan di antaranya emas.

“Medali ini memenuhi keinginan saya untuk mengembangkan golf kepada generasi muda di Slovakia,” kata Rory. “Golf bukan olahraga yang cukup terkenal, tetapi mudah-mudahan bisa berkembang sejak saat ini.”

Rory ditemani istrinya Martina yang menjadi caddie selama 72-hole. Martina juga memiliki koneksi dengan Federasi Golf Slovak, yang menjadi alasan suaminya dapat berganti kewarganegaraan.

Tim Irlandia (Rory McIlroy), Chile (Mito Pereira), Kolombia (Sebastian Munoz), dan Jepang saling mencatatkan finis terbaik mereka di Olimpiade.

Satu stroke di luar Playoff besar ini, Joaquin Niemann (Chile), Cameron Smith (Australia), dan Sepp Straka (Austria) tidak dapat membuat birdie di hole terakhir 18. Smith bahkan mendapat bogey di sana.

Berikut ini klasemen akhir Top-15 Olimpiade Tokyo 2020 di Kasumigaseki Country Club, Jepang. Keterangan: Bold pada angka mencerminkan skor terbaik dalam sejarah Olimpiade, dari setiap putaran atau keseluruhan 72-hole.

Pos Golfer R.1 R.2 R.3 R.4 Total
GOLD Xander Schauffele (USA) 68 63 68 67 266 (-18)
SILVER Rory Sabbatini (SVK) 69 67 70 61 267
BRONZE C.T. Pan (TPE) 74 66 66 63 269
T.4 Collin Morikawa (USA) 69 70 67 63 269
Rory McIlroy (IRL) 69 66 67 67 269
Mito Pereira (CHI) 69 65 68 67 269
Sebastian Munoz (COL) 67 69 66 67 269
Paul Casey (GBR) 67 68 66 68 269
Hideki Matsuyama (JPN) 69 64 67 69 269
T.10 Joaquin Niemann (CHI) 70 69 66 65 270
Cameron Smith (AUS) 71 67 66 66 270
Sepp Straka (AUT) 63 71 68 68 270
13. Corey Conners (CAN) 69 71 66 65 271
T.14 Viktor Hovland (NOR) 68 69 71 64 272
Abraham Ancer (MEX) 69 69 66 68 272

Related Articles

1 KOMENTAR

Comments are closed.

Stay Connected

0FansSuka
2,959PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles