UL International Crown 2018 darkness
UL International Crown Tertunda karena gelap / LPGA Tour

AGolf.xyz – Pemindahan Sesi Ketiga UL International Crown ke Jumat (5/10) siang ini, ternyata tidak cukup diselesaikan hingga matahari terbenarm di Jack Nicklaus Golf Club, Incheon, Korea Selatan. Pemindahan ini sebenarnya terjadi karena ancaman badai Kong-Rey, yang diprediksi tiba Sabtu besok.

Sekitar pukul 3 pagi hingga Sabtu siang, hujan deras bakal membahayakan aktifitas luar ruangan, dan LPGA telah menutup Jack Nicklaus Golf Club sepanjang hari Sabtu, untuk menghindari kemungkinan terburuk. Sayangnya, 8 partai yang menjadi tontonan para fans Korea dan 7 negara lainnya harus tertunda karena kondisi gelap.

Saat kondisi gelap menjadi akhir dari hari kedua, Moriya dan Ariya Jutanugarn yang bermain di partai pertama, telah menyentuh hole ke-14 dengan unggul 3-up dari pasangan Swedia, Anna Nordqvist/Caroline Hedwall.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Dua pasangan tuan rumah, Hyun Park/In Kyung Kim dan In Gee Chun/So Yeon Ryu, bahkan belum menyelesaikan front nine. Walaupun secara skor, Hyun Park/Kim diprediksi dapat menyelesaikan partai lebih cepat karena unggul 4-up dari pasangan Inggris, Charley Hull dan Georgia Hall.

Tertundanya hari kedua ini, membuka kemungkinan LPGA untuk memainkan Jack Nicklaus Golf Club apapun kondisinya. Tetapi, kondisi yang paling mungkin untuk itu, baru berlangsung 14.30 waktu setempat. Melihat waktu terbenamnya matahari sekitar 18.11 waktu setempat, secara normal harusnya dapat diselesaikan tepat waktu. Tetapi jika tidak, hari Minggu menjadi waktu paling memungkinkan untuk menuntaskan partai fourball, dilanjutkan dengan partai single.

Karena ini match-play dan melihat hasil sekarang ini, kemungkinan tidak melangsungkan tambahan fourball pada hari Minggu, tidak akan terjadi. Berikut ini kondisi sementara ke-8 partai.

Sementara ini, grup A dipuncaki Inggris dengan 7 poin, disusul Korea 6 poin, Australia 3 poin dan 0 poin Taiwan.

Dari grup B, Amerika Serikat punya 6 poin, Swedia 4 poin, dan masing-masing 3 poin milik Jepang dan Thailand.

Peluang Lolos ke Final

Dengan mempertimbangkan 2 poin untuk menang, dan satu halved, maka peluang yang dapat terjadi ialah..

Untuk Grup A, up yang dimiliki Australia cukup meyakinkan mereka untuk menekan posisi Korea Selatan di tempat kedua. Jika Hull/Hall dapat membalikkan keadaan dan Law/Shadoff mampu mempertahankan keunggulan mereka, peringkat kedua Australia dan Korea Selatan, akan menciptakan peluang sudden-death Playoff untuk menentukan peringkat kedua dan yang kalah, akan bergabung bersama peringkat ketiga grup B untuk menggapai final single di hari Minggu nanti. Jika Korea berhasil menambah satu poin saja, Australia secara resmi menjadi peringkat ketiga.

Sedangkan dari grup B, Thailand dan Jepang berada dalam kesulitan, karena menambah satu kemenangan (2 poin) tidak cukup mendongkrak posisi mereka untuk lolos otomatis via dua posisi teratas grup. Pornanong/Sherman perlu keajaiban untuk membalikkan keadaan, untuk lolos otomatis menjadi dua peringkat terbaik.

Jepang di lain sisi jika mengalahkan Amerika di dua partai mereka, Amerika lah yang harus melalui kondisi krusial untuk mempertahankan gelar, karena harus melalui sudden-death Playoff melawan peringkat ketiga dari grup A, yang diprediksi Australia.

Namun, jika kondisi sekarang tidak banyak berubah, maka peringkat ketiga akan diisi Jepang dan Thailand, yang bakal mengajak peringkat ketiga grup A untuk menentukan siapa peraih peringkat ketiga terbaik, dengan sudden-death Playoff.