Florence-italia

AGolf.xyz- Para pejabat Uni Eropa telah menyusun daftar 14 negara yang nantinya dapat dikunjungi kembali oleh warganya. Daftar ini mencakup Kanada, Australia, dan Cina, tetapi tidak termasuk AS, Brasil, dan Rusia. Keputusan akhir dalam daftar belum tercapai, tetapi kemungkinan bahwa pembatasan pariwisata di AS akan tetap berlaku untuk saat ini.

Seorang diplomat UE mengatakan kepada CNN bahwa, “sangat  tidak mungkin pelancong dari AS akan diizinkan untuk mengunjungi Eropa dalam perjalanan yang tidak penting. Ini sama halnya bahwa peluang AS hampir nol.”

View this post on Instagram

여긴 이탈리아~

A post shared by Bina (@na13ina) on

Sebelumnya, Uni Eropa telah melarang negara –negara anggota untuk melakukan perjalanan sejak pertengahan Maret. Tetapi sejak bulan Juni pembatasan mulai melonggar, di mana negara-negara yang terkena coronavirus telah kembali membaik dan secara bertahap mulai membuka perbatasan menjelang pariwisata musim panas.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Kini para pejabat bersiap untuk mencabut larangan bepergian di negara-negara dengan tingkat infeksi yang sama dengan negara-negara UE, dan di mana tingkat infeksi yang lebih rendah mulai 1 Juli. Daftar negara tersebut diantaranya, Australia, Selandia Baru, Kanada, Korea Selatan, Jepang, Thailand, Georgia, Maroko, Tunisia, Tunisia, Uruguay , Serbia, Rwanda, Aljazair, dan Montenegro. Daftar negara ini akan dipantau dan ditinjau setiap dua minggu.

Saat ini, Cina juga tengah mempertimbangkan untuk mencabut larangan perjalanan resiprokalnya kepada negara-negara UE. Sementara Inggris yang telah meninggalkan Uni Eropa tetap mengizinkan warga negaranya untuk tetap melakukan perjalanan di blok tersebut selama masa transisi Brexit.

Pada akhirnya keputusan tentang siapa yang dapat mengunjungi negara mereka tergantung pada masing-masing negara anggota. Beberapa negara, seperti Siprus, sudah mengizinkan warga non-UE untuk bepergian ke sana.