versace

AGolf.xyz- Rumah mode Italia, Versace telah melarang penggunaan kulit kangguru pada produk mewahnya. Langkah ini diambil Versace karena adanya desakan dari kelompok hak-hak hewan LAV yang meminta perusahaan-perusahaan Italia untuk berhenti menggunakan kulit kangguru.

Sekitar 2,3 juta kangguru tewas di Australia secara komersial dalam setahun. Terlebih saat ini kangguru tengah menjadi sorotan ketika kebakaran hutan melanda Australia yang menewaskan sekitar 1 miliar hewan.

Versace tidak berkomentar tetapi memberikan izin LAV untuk membuat pengumuman, yang menyambut baik langkah tersebut dan meminta rumah mode lain untuk mengikutinya.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Simone Pavesi, seorang juru kampanye LAV, mengatakan bahwa, “Kami telah berkorespondensi dengan Versace melalui email dan mereka mengkonfirmasi bahwa pada tahun 2019 mereka berhenti menggunakan kulit kangguru. Kami menyambut ini sebagai tanda tanggung jawab. Kebakaran yang menghancurkan Australia menambah perburuan, yang memiliki konsekuensi kepunahan bagi populasi kangguru.”

Di Eropa, Italia merupakan salah satu  importir terkemuka kulit kangguru, dengan lebih dari dua juta dari 2012 hingga 2015. Kulit kangguru terutama digunakan dalam industri pakaian olahraga dalam memproduksi sepatu sepak bola dan pakaian sepeda motor, tetapi juga digunakan oleh merek untuk memproduksi alas kaki dan sepatu.

Versace bukan merek fashion pertama yang melarang produk kanguru. Diadora juga akan ikut serta dalam produksi bebas kanguru pada November setelah mendapat tekanan dari LAV.

LAV mengatakan bahwa, “Perusahaan lain yang masih menggunakan kulit kangguru ini termasuk merek pakaian olahraga Lotto, Danese dan Ducati. Sementara untuk merek mode, diantaranya Salvatore Ferragamo dan perusahaan alas kaki Moreschi, Moma dan Fabi. Diharapkan beberapa merek mewah lainnya dapat mengikuti langkah Versace ini.”