AGolf.xyz– Lebih dari satu dekade lamanya Maria Grazia Chiuri dan Pierpaolo Piccioli bekerjasama sebagai mitra kreatif di bawah merek Valentino. Tetapi pada tahun 2016 Chiuri pindah ke Dior dan hanya menyisakan Piccioli. Di bawah kepemimpinan Piccioli, Valentino memasuki bab awal dan logo baru VLTN.

Logo VLTN pertama kali muncul pada koleksi musim semi pakaian pria 2018 yang ditampilkan pada bagian depan kancing dan kaos bergambar. Di bagian belakang panggung menjelang pagelaran busana, Piccioli mengatakan tentang logo barunya.

“VLTN merupakan salah satu logo dari rumah mode tahun 80-an. Saya tidak menyukainya, karena saya tahu itu. Tetapi saya mempunyai banyak anak muda di tim kami dan mereka menyukainya. Saya suka mendengarkan mereka, jadi saya mencoba untuk memperbaiki cara pandang saya. Dan saya mulai melihatnya dengan cara yang berbeda.”

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Tetapi hal yang perlu diperhatikan bahwa logo yang disingkat tidak menggantikan logo Valentino dalam skala kolektif. VLTN bertujuan untuk melayani para generasi milenial untuk menempatkan merek melalui penawaran berlogo cetak. Selain itu logo cetak menawarkan sebuah brand mewah dan saat akan pakaian streetwear adalah sangat penting.

Dengan prespektif baru, rumah mode ini secara bertahap meningkatkan volume sejak kepergian Chiuri. Piccioli mempelopori berbagai peluncurkan koleksi terbaru yang melabuhkan acuannya di jalan-jalan hari ini. Seperti satu set pakaian longgar dan hangat, sepatu kets, dan jaket bomber tetapi VLTN masih belum membawa perubahan tanda nyata.

VLTN telah membuktikan keseriusannya dengan menjamurnya pop-up VTLN dari New York hingga Hong Kong dengan berbagai merchandise, slider, kaos kaki, bola basket dalam logo baru. Kemudian VTLN muncul koleksi pakaian wanita dalam mantel hangat yang dihiasi dengan logo terbaru. Kini logo VLTN hadir dalam koleksi pra musim gugur 2018 yang ditempelkan pada tas, termasuk kantong belanja kertas kulit hingga sepatu kets dan stilleto.

Piccioli bukan menjadi orang pertama dan terakhir yang memberikan penyegaran terhadap logo brand perusahaan. Belum lama ini Riccardo Tisci meluncurkan logo Burberry dengan font Helvetica yang tipis. Logo baru ini dirancang oleh desainer grafis legendaris Peter Saville. Selain Burberry, Saville juga diminta oleh Raf Simons untuk merombak semua topi Calvin Klein.

Logo merupakan penanda untuk sebuah merek. Perubahan kecil atau permanen yang dilakukan pada sebuah logo menunjukkan perubahan yang lebih besar dan telah ditetapkan pada perusahaan tersebut. Bahkan secara lebih luas perubahan logo seringkali menggambarkan perubahan budaya yang luas atau arah baru perusahaan.