AGolf.xyz– Bali adalah pulau yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan baik dalam negeri maupun luar negeri. Di sisi lain, ramainya wisatawan menjadi target empuk bagi orang-orang tak bertanggungjawab yang menginginkan keuntungan dengan cara menipu. Penipuan terhadap wisatawan sudah berlangsung selama bertahun-tahun dengan beberapa perubahan-perubahan modus.

Untungnya, rotasi wisatawan yang tinggi membuat para penipu ulung menjadi tidak kreatif untuk mencari rencana penipuan baru. Sehingga modus-modus penipuan ini mudah dikenali. Pelajari beberapa modus ini untuk menghindarkan diri dari jebakan para penipu di Bali.

1. Penipuan Penukaran Mata Uang

Untuk wisatawan mancanegara, menukarkan uang adalah salah satu hal yang penting, dan tempat penukaran uang “resmi” banyak berjajar di jalan-jalan di Kuta, Legian, dan tempat lainnya. Tarif yang diiklankan di depan tanda toko mereka sering lebih tinggi daripada tarif yang seharusnya.

Staf di toko-toko penukaran uang ini sangat ahli, walau mereka akan menghitung uang tersebut di depan wisatawan, tetapi mereka masih bisa menjatuhkan uang kertas 50.000 rupiah di belakang meja tanpa disadari. Terkadang uang kertas yang rusak atau tidak sah dicampurkan juga di dalamnya. Lebih baik, lakukan di bank sungguhan, jangan di money changer.

2. Waspada Saat Menggunakan Layanan Transportasi Online
Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Layanan Transportasi Online seperti Grab, secara teknis dilarang, tetapi masih tetap populer di Bali. Layanan ini bertahan untuk menghindari beberapa gangguan yang dilakukan oleh supir taksi reguler. Sayangnya, beberapa pengendara mulai meminta uang tambahan diluar dari tarif yang disetujui dalam aplikasi. Tidak semua pengendara juga sering menggunakan aplikasinya, tetapi melakukan hal yang sama seperti taksi reguler yaitu bernegosiasi tarif.

3. Taksi Blue Bird Palsu

Satu kelompok taksi yang terpercaya dan memiliki reputasi baik adalah Blue Bird Group. Driver menggunakan ID Card dan argo yang jelas. Tetapi beberapa perusahaan taksi yang kurang terkenal memanfaatkan hal ini untuk mengubah cat taksinya menjadi warna biru yang sama seperti Blue Bird walau logo burungnya tampak berbeda tapi mereka menggunakan stiker “Blue Bird Group” di depan kaca untuk membingungkan para turis. Mereka juga akan membawa wisatawan menempuh perjalanan yang lebih jauh, agar argonya menjadi lebih mahal. Jadi pastikan untuk lebih selektif, atau menggunakan aplikasi “Blue Bird” resmi yang dapat diunduh di smartphone.

4. Penipuan Penyewaan Sepeda Motor

Ada orang yang secara individu menawarkan untuk menyewakan sepeda motor pribadi mereka kepada wisatawan. Penyewaan informal ini penuh dengan masalah. Skenarionya adalah pemilik akan menggunakan kunci cadangan untuk mencuri kembali sepeda motor, sehingga wisatawan harus mengganti sepeda motor tersebut dengan uang. Penipu lain mungkin akan melakukan goresan atau kerusakan pada motor, sehingga pihak penyewa akan menuntut ganti rugi perbaikan. Lebih baik cari tempat penyewaan sepeda motor yang terpercaya.

5. Biaya dan Panduan Masuk Pura

Beberapa pura memang memasang tarif masuk, tetapi di depan pintu masuk mungkin ada beberapa orang yang akan menuntut wisatawan untuk membayar tiket masuk, padahal mereka bukan orang yang terkait dengan pura tersebut. Terkadang wisatawan juga dituntut untuk membayar panduan masuk pura. Pura-pura yang populer dengan penipuan ini biasanya di dekat Gunung Batur dan Pura Besakih.