geisha-japan

AGolf.xyz- Sebuah peraturan lokal baru melarang para wisatawan untuk mengambil foto di wilayah geisha Kyoto. Langkah ini diambil setelah adanya keluhan bahwa pelancong mengganggu geiko atau istilah regional untuk geisha. Larangan mengambil foto geisha ini diperkenalkan di distrik Gion kota, dan bagi pengunjung yang melanggar akan dikenai denda sebesar Yen 10.000 (Rp1,2 juta).

Meski begitu, para fotografer dengan izin resmi yang dikeluarkan oleh Dewan Distrik Selatan Gion-Machi  masih diizinkan untuk mengambil foto. Fotografer berizin diperbolehkan untuk mengambil gambar di Hanamii-koji, yakni salah satu kawasan geisha paling populer di Gion.

View this post on Instagram

Geisha hunt in kyoto One of the things that were on my top to do list is seeing a geisha. It was recommended that your chances of spotting a Geisha in Kyoto were higher when the sun goes down in Gion -most famous geisha district in kyoto- specially in Hanamikoji-Dori. At that time maiko or geisha make their way to their evening performances. But still you have to be lucky to meet them. (Thankfully, I was luckyyyy) So I opted for the easiest way : the Gion Corner¬†where you can experience a maiko dance and other traditional japanese art. You can watch tea ceremony, japanese flower arrangement… It was very nice and a good introduction to japanese culture. On our way back from gion corner, we saw a group of tourists gathering outside a tea house. I was sure that it was about a geisha or a maiko! We stood behind others, and were waiting. The first maiko disappeared as fast as she had appeared even before adjusting our phone. But fortunately we were able to get a couple videos of the second one. #japon #japanoninstagram #explorekyoto #ilovekyoto #visitkyoto #lovekyoto #giondistrict #gioncorner #culture #japaneseculture #geisha #maiko #dance #japanesedance #geishaculture #traditionalart #tradition #traveler #voyage #moroccantraveler

A post shared by laisse_toi_emporter (@laisse_toi_emporter) on

Larangan ini muncul setelah adanya survey tentang dampak peningkatan jumlah wisatawan. Lebih dari 300 bisnis di daerah tersebut menyatakan bahwa wisatawan yang mengambil foto atau narsis telah menyebabkan sejumlah gangguan. Termasuk mempersulit geisha dalam perjalanan untuk menuju janji temu sosial.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Budaya geisha merupakan salah satu bentuk keramahtamahan tertua Jepang dan paling anggun yang berasal dari zaman Edo. Di mana para wanita akan menampilkan seni tradisional, menari dan menyanyi dengan mengenakan busana tradisional lengkap dan make-up nya.

View this post on Instagram

#kyoto #city #japan #gion #giondistrict #geisha

A post shared by Mark (@mark_ong_) on

Dalam beberapa tahun terakhir ini spot geisha tengah mengalami peningkatan. Hal ini mengakibatkan banyaknya wisatawan yang datang untuk berkunjung ke wilayah geisha di Gion. Pihak berwenang khawatir bahwa overtourism dapat berdampak menghilangkan elemen unik dari distrik Gion Kyoto.

Pada Oktober lalu, pihak setempat telah membagikan penanda dan stiker berisi peringatan tentang perilaku yang diperbolehkan dalam bahasa Inggris dan Cina. Termasuk berisi saran untuk tidak mengambil foto geisha tanpa izin mereka dan tidak menyentuh lentera Jepang. Para wisatawan yang mengunduh aplikasi informasi wisata kota juga akan menerima pemberitahuan terkait ketika berada 1 kilometer dari Gion. Inisiatif ini merupakan uji coba oleh Kementerian Pariwisata dan Pemerintah Kota Kyoto yang akan berjalan hingga Minggu, 8 Desember.