AGolf.xyz- Wiski merupakan salah satu jenis dari beragam minuman keras yang membutuhkan waktu lama untuk membuatnya. Alasan ini yang melatarbelakangi banyaknya produsen dan penyulingan wiski di London menghentikan produksi wiski mereka.

Produsen wiski terakhir di London adalah Lea Valley Distillery di Stratford, yang ditutup pada tahun 1908. Ketika toko tersebut tutup, wiski tidak diproduksi di London sampai London Distillery Company (TLDC) dibuka pada tahun 2011, diikuti oleh East London Liquor.

Dua distillery tersebut, akan mengeluarkan wiski pertama yang diproduksi setelah vakum lebih dari satu abad. Kedua perusahaan tersebut berfokus pada produksi gin, tapi di belakang layar mereka diam-diam menyuling wiski.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Bulan November lalu kedua perusahaan tersebut resmi meluncurkan wiski pertama mereka. ELLC yang berbasis di Victoria Park merilis London Rye Whisky.

“Hal hebat tentang produksi wiski di London adalah kami memiliki batu tulis yang bersih untuk menjadi kreatif,” kata penyuling wiski, Andy Mooney. “Kami memberikan perhatian khusus pada perlisan wiki pertama kami di London Rye. Mulai dari level kematangan hingga kandungan ABV yang tepat untuk menghasilkan sebuah produk yang sempurna, bahkan ketika Anda memulai untuk membuka botolnya.”

London Rye perdana memiliki kandungan 42 persen rye dan 58 persen ekstra malt barley pile yang telah disimpan selama lebih dari dua tahun.

Wiski pertama ini diluncurkan dalam beberapa varian rasa seperti kopi, tembakau, dark chocolate, jahe segar, sarsaparilla dan permen buah.

Sedangkan TLDC yang berada di Bermondsey Beer Mile meluncurkan wiski pertama dalam Rye Whisky LV-1767 Edition (dengan ABV 54,3 persen). Wiski ini hanya diproduksi secara terbatas sebanyak 251 botol yang telah dibuat dalam tong kayu ek Inggris selama empat tahun dan dua kali suling terbuat dari 100 persen gandum.